Bintang Barcelona, Gavi, membicarakan secara terbuka tentang perselisihan sengitnya dengan Vinicius Junior selama laga Clasico yang menentukan pada Minggu di Camp Nou. Gelandang tersebut memainkan peran kunci saat Blaugrana meraih kemenangan 2-0 untuk memastikan gelar La Liga, namun pertandingan tersebut diwarnai beberapa insiden tegang antara kedua rival tersebut.
Vinicius Junior memastikan para pendukung Barcelona tahu betul siapa yang tetap menjadi raja Liga Champions, meski Real Madrid harus menelan kekalahan pahit dalam laga El Clasico pada Minggu lalu. Saat Los Blancos terseok-seok dan kalah 2-0 di kandang rival abadinya, pemain sayap asal Brasil itu mengambil inisiatif untuk membungkam sorakan ejekan penonton tuan rumah dengan mengingatkan secara tegas tentang lemari trofi di ibu kota.
Dalam laga Clasico yang berakhir dengan kekalahan 0-2 melawan juara baru FC Barcelona, Vinicius Junior terprovokasi hingga melakukan tindakan provokatif.
Di musim kedua berturut-turut tanpa gelar, Real Madrid semakin terjerumus ke dalam kekacauan di luar lapangan. Siapa yang bisa menghentikan perpecahan internal ini?
Vinicius Jr. tampil kurang menonjol, dan Real Madrid menampilkan permainan yang penuh semangat namun tak membuahkan hasil saat menghadapi Barcelona; mereka kalah 2-0 dan harus menyaksikan rival mereka mengangkat trofi liga. Los Blancos terus-menerus dikalahkan sepanjang pertandingan, dan tak pernah mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di awal laga—pertandingan yang secara gamblang memperlihatkan jurang kualitas yang sangat lebar antara kedua tim.
Tak lama sebelum keputusan perebutan gelar juara, sebuah berita mengejutkan muncul: Mantan presiden Josep Bartomeu mengungkapkan bahwa Vinicius Junior nyaris saja mengenakan seragam FC Barcelona.
Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengungkapkan bahwa klub tersebut pernah mencapai kesepakatan awal untuk merekrut Vinicius Junior sebelum ia bergabung dengan Real Madrid. Pemain sayap asal Brasil itu akhirnya pindah ke Santiago Bernabeu setelah Madrid menawarkan paket finansial yang lebih menggiurkan.
Manchester City dilaporkan sedang memantau Vinicius Junior seiring dengan semakin kaburnya masa depan sang pemain sayap di Real Madrid. Dengan kontraknya yang akan segera berakhir dan negosiasi yang mandek, The Cityzens siap menjajaki kemungkinan transfer tersebut.
Real Madrid dilanda kekacauan menjelang El Clásico. Musim ini akan berakhir tanpa gelar juara, dan para pemain kini saling berseteru. Penyebab perpecahan yang mendalam ini tampaknya sudah terjadi sejak berbulan-bulan lalu.
Wasit Francois Letexier akhirnya angkat bicara mengenai insiden yang menjadi sorotan publik antara Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni yang mengguncang Liga Champions awal tahun ini. Wasit asal Prancis itu terpaksa menghentikan pertandingan babak gugur tersebut setelah bintang Real Madrid itu melaporkan telah menerima hinaan bernuansa rasial dari rekan setimnya di Benfica.
FIFA telah memperpanjang sanksi larangan bermain Gianluca Prestianni akibat perilaku homofobik secara global, yang berarti ia kini berpotensi absen dalam dua pertandingan pertama Argentina di Piala Dunia 2026. Pemain sayap Benfica tersebut, yang dijatuhi sanksi setelah insiden yang ramai diperbincangkan dengan Vinicius Junior dari Real Madrid, kini akan melihat sanksi larangan bermainnya di level klub juga berlaku untuk pertandingan internasional yang bersifat kompetitif.
Vinicius Junior telah menyampaikan pesan setia yang tegas kepada para pendukung Real Madrid setelah penampilannya yang membawa kemenangan dalam laga melawan Espanyol. Penyerang asal Brasil itu, yang mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 di La Liga di Stadion RCDE pada hari Minggu, menggunakan media sosial untuk meyakinkan para penggemar akan komitmennya terhadap klub.
Vinicius Jr mencetak dua gol, Jude Bellingham memberikan umpan matang, dan Real Madrid dengan mudah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Espanyol pada Minggu malam. Madrid berhasil meraih kemenangan tanpa Kylian Mbappe, dan Alvaro Arbeloa pasti puas dengan penampilan timnya — namun ia sadar bahwa kemenangan ini hanya menunda laju tak terelakkan Barcelona menuju gelar juara liga.