Thomas Tuchel mengkritik tajam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia, dengan menyatakan bahwa baik para pemain Inggris maupun rekan-rekan mereka dari Prancis sama sekali tidak berminat untuk ikut serta dalam pertandingan tersebut. Impian The Three Lions untuk mencapai final pertama sejak 1966 pupus di tangan Argentina dalam pertandingan semifinal yang dramatis, sehingga mereka kini hanya memiliki satu kewajiban terakhir yang tidak diinginkan di Miami.
Semuanya berjalan sangat, sangat lancar selama sekitar 80 menit. Inggris bertarung sengit melawan Argentina, dan unggul 1-0 atas sang juara bertahan—keunggulan yang bisa dibilang pantas mereka dapatkan. Final Piala Dunia pertama sejak 1966 tampak sudah di depan mata bagi The Three Lions. Namun kemudian, sebagian besar karena keputusan manajer Thomas Tuchel, kesempatan itu sirna begitu saja.
Setelah tersingkir secara mengecewakan di semifinal Piala Dunia melawan Argentina, Thomas Tuchel berbicara mengenai masa depannya sebagai pelatih tim nasional Inggris.
Tokoh-tokoh legendaris Inggris, Gary Lineker dan Wayne Rooney, memimpin reaksi keras terhadap Thomas Tuchel setelah Three Lions tersingkir secara mengejutkan di semifinal Piala Dunia oleh Argentina. Keputusan manajer asal Jerman itu untuk bermain sangat defensif justru berbalik menjadi bumerang yang spektakuler, karena gol-gol di menit-menit akhir dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mengubah keunggulan 1-0 menjadi kekalahan 2-1 yang memilukan.
Thomas Tuchel mengakui kesalahannya atas kekalahan Inggris di semifinal Piala Dunia melawan Argentina setelah perubahan taktik yang dilakukan justru berakibat fatal. Meskipun mengalami kegagalan tersebut, pelatih timnas Inggris itu menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen untuk memimpin The Three Lions hingga ke Kejuaraan Eropa yang akan digelar di kandang sendiri, setelah mendapat dukungan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Bagaimana Inggris tersingkir dari Piala Dunia di babak semifinal melawan Argentina menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Kini, Thomas Müller, juara dunia asal Jerman tahun 2014, juga angkat bicara mengenai hal tersebut.