Penyerang Marseille, Mason Greenwood, dan rekan-rekan setimnya menikmati sesi kebersamaan yang tak terlupakan di tengah pekan di sebuah kompleks padel yang canggih. Setelah meraih kemenangan liga baru-baru ini, manajer Habib Beye membawa skuadnya untuk bertemu dengan ikon sepak bola Zinedine Zidane. Para pemain beralih dari lapangan rumput ke lapangan padel, menjalin keakraban, dan berjabat tangan dengan pemenang Piala Dunia 1998 tersebut.
Juventus, juara Liga Champions dua kali, dilaporkan telah menargetkan Mason Greenwood sebagai incaran utama pada bursa transfer musim panas ini menyusul penampilan gemilangnya dalam mencetak gol bersama Marseille. Klub raksasa Italia tersebut dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan mantan penyerang Manchester United itu ke Turin.
Mason Greenwood menghadapi masa depan yang tidak pasti di Marseille setelah terjadi keretakan hubungan yang mencolok dengan petinggi klub. Meskipun ada kekhawatiran terkait intensitas kerjanya dan kontribusinya di lini pertahanan, kebangkitan di akhir musim mengubah nasibnya di Ligue 1.
Pertanyaan seputar transfer Mason Greenwood dari Manchester United menjadi bagian dari perselisihan di ruang direksi Marseille yang mengakibatkan dilaporkannya insiden tersebut ke polisi. Hal itu menurut laporan di Prancis, dengan klaim bahwa direktur olahraga Medhi Benatia berselisih dengan seorang anggota tim kepemimpinan senior klub - yang mengakibatkan terjadinya "konfrontasi panas".
GOAL menyoroti para pemain Inggris yang mencari nafkah di luar negeri, dengan semakin banyak bintang yang memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman mereka demi mencari kehidupan sepak bola yang lebih baik di tempat lain. Liga Premier tetap menjadi salah satu divisi paling menarik di dunia, dan Liga Championship dapat menjadi tempat yang fantastis untuk pengembangan, tetapi ada lebih banyak pilihan di luar sana.
Marseille berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Toulouse untuk kembali menduduki peringkat ketiga di Ligue 1, namun sorotan utama adalah keputusan taktis Habib Beye untuk mengganti Mason Greenwood, pencetak gol penentu kemenangan, pada menit ke-66. Meskipun mencetak gol lebih dulu, penyerang tersebut ditarik keluar setelah menerima kartu kuning, dengan manajer memprioritaskan disiplin untuk melindungi keunggulan tipis.
Masa depan Mason Greenwood di Marseille kini dipenuhi dengan keraguan baru setelah serangkaian peristiwa yang membuat penyerang Inggris itu semakin terisolasi di Velodrome. Meskipun menjadi sosok kunci dalam barisan serangan klub sejak kepindahannya dari Manchester United, laporan menunjukkan bahwa kepergiannya pada musim panas ini kini menjadi pertimbangan yang sangat serius bagi baik pemain maupun klub.
Mason Greenwood mungkin akan mengakhiri harapannya untuk kembali dipanggil ke timnas Inggris dengan memilih untuk membela Jamaika di Piala Dunia 2026, kata seorang pria yang pernah menjalani jalan serupa. Frank Sinclair bergabung dengan tim Reggae Boyz untuk petualangan turnamen besar pada 1998 dan telah menjelaskan kepada GOAL mengapa seorang penyerang yang bersinar di Marseille bisa mengambil keputusan serupa.
GOAL menyoroti para pemain Inggris yang mencari nafkah di luar negeri, dengan semakin banyak bintang yang memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman mereka demi mencari kehidupan sepak bola yang lebih baik di tempat lain. Liga Premier tetap menjadi salah satu divisi paling menarik di dunia, dan Liga Championship dapat menjadi tempat yang fantastis untuk pengembangan, tetapi ada lebih banyak pilihan di luar sana.
Mason Greenwood gagal mengeksekusi penalti saat Marseille kalah 2-0 dari Brest, sebuah pukulan telak bagi harapan mereka untuk lolos ke Liga Champions. Pertandingan ini menandai debut Habib Beye sebagai pelatih klub Ligue 1 tersebut, setelah menggantikan manajer sebelumnya, Roberto De Zerbi, di tengah performa buruk tim di kasta tertinggi sepak bola Prancis.
Marseille telah mengumumkan penunjukan Habib Beye sebagai manajer baru mereka, menggantikan Roberto De Zerbi yang kontroversial. Beye kembali ke OM setelah menghabiskan dua tahun di klub tersebut selama masa karirnya sebagai pemain. Ia telah menandatangani kontrak yang berlaku hingga musim panas 2027 dan ditugaskan untuk menyelamatkan musim Marseille dari keterpurukan.
GOAL menyoroti para pemain Inggris yang mencari nafkah di luar negeri, dengan semakin banyak bintang yang memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman mereka demi mencari kehidupan sepak bola yang lebih baik di tempat lain. Liga Premier tetap menjadi salah satu divisi paling menarik di dunia, dan Liga Championship dapat menjadi tempat yang fantastis untuk pengembangan, tetapi ada lebih banyak pilihan di luar sana.
Marseille mengalami kekecewaan lebih lanjut dalam periode sulit yang sedang dialami klub, setelah membuang keunggulan dua gol dalam hasil imbang 2-2 melawan Strasbourg. Pertandingan ini menjadi laga pertama mereka sejak Roberto De Zerbi dicopot dari jabatannya sebagai manajer. Inspirasi diperlukan dari suatu tempat, saat OM berusaha memulihkan stabilitas, dan Mason Greenwood berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan itu.
Periode yang penuh gejolak bagi Marseille telah membawa lebih banyak drama, dengan para pendukung yang kecewa mencoba menerobos ruang presiden di Stade Velodrome. Kerumunan yang marah terjadi setelah pertandingan imbang 2-2 melawan Strasbourg di Ligue 1. Pertandingan tersebut melihat Mason Greenwood kembali mencetak gol, namun Marseille membuang keunggulan yang dominan dan kehilangan dua poin dengan cara yang dramatis.
Marseille sedang mendekati penunjukan Habib Beye sebagai manajer baru setelah kepergian manajer Roberto De Zerbi. Manajer asal Italia tersebut meninggalkan klub atas kesepakatan bersama, dan kini klub Prancis tersebut berusaha mencari penggantinya. Upaya untuk merekrut Beye, yang saat ini menjabat sebagai manajer Rennes, telah dimulai.