player-image

LamineYamal

berita Lamine Yamal

Berita terbaru

Atletico de Madrid v FC Barcelona - UEFA Champions League 2025/26 Quarter-Final Second Leg

Yamal memberikan tanggapan yang tegas setelah Barcelona tersingkir dari Liga Champions

Lamine Yamal merasa sangat kecewa setelah Barcelona tersingkir dari kompetisi Eropa, namun ia bertekad untuk mengembalikan klub tersebut ke puncak Eropa. Pemuncak klasemen La Liga itu tersingkir dari babak perempat final Liga Champions oleh Atlético Madrid, dan Yamal mengunggah pesan di Instagram setelah pertandingan untuk menjelaskan bahwa kekalahan tersebut merupakan bagian dari "perjalanan" yang sedang dilalui klub dalam upayanya meraih trofi.

Ronaldo-Yamal

Henry membandingkan Yamal dengan CR7 setelah penampilannya yang 'tak kenal takut' melawan Atletico

Thierry Henry memuji Lamine Yamal tanpa henti, membandingkan sikap "tanpa rasa takut" dan kepercayaan diri yang tinggi dari remaja Barcelona itu dengan Cristiano Ronaldo muda. Meskipun Blaugrana tersingkir secara agregat dari Liga Champions oleh Atletico Madrid, pemain berusia 18 tahun itu membuktikan janjinya sebelum pertandingan dengan mencetak gol di awal laga di Metropolitano, yang sempat membangkitkan harapan akan kebangkitan bersejarah.

Barca gfx

Kehebatan Yamal tak berarti apa-apa saat upaya comeback Barcelona digagalkan

Barcelona kehabisan tenaga di saat-saat krusial dan gagal dalam upaya comeback yang menegangkan pada leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atlético Madrid. Tertinggal 2-0 secara agregat setelah leg pertama, Barcelona yang dipimpin oleh Lamine Yamal dan Ferran Torres tak mampu mengalahkan rival sekota mereka meski berhasil menyamakan kedudukan pada babak pertama yang memukau di Stadion Metropolitano.

Legacy Spain 3 GFX

Kejatuhan dan kebangkitan sepak bola Spanyol

Ini adalah Legacy, podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengupas kisah-kisah dan semangat di balik negara-negara yang menjadi ikon sepak bola dunia. Dalam episode minggu ini, kami menelusuri bagaimana Spanyol berubah dari tim yang mendefinisikan sebuah era menjadi tim yang mempertanyakan posisinya di kancah sepak bola global. Kami meninjau kembali kejayaan generasi emas, keruntuhan mendadak setelah Brasil 2014, dan perjuangan tim-tim yang menggantikannya. Dan kami beralih ke masa kini: pelatih baru, pola pikir baru, dan gelombang talenta muda yang dipimpin oleh Lamine Yamal, sang jenius yang diyakini banyak orang dapat membawa Spanyol menuju penebusan pada 2026. Inilah perjalanan sebuah tim yang berusaha menemukan jati dirinya kembali — serta ketidakpastian, janji, dan tekanan yang menyertai upaya mengejar bintang kedua.

GFX Lamine Yamal LeBron James Diego Simeone

Yamal mengincar penampilan layaknya LeBron, namun ia meminta 'bantuan' dari Simeone

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, terinspirasi oleh ikon NBA LeBron James saat ia bersiap memimpin misi penyelamatan di Liga Champions melawan Atlético Madrid. Bintang muda berusia belasan tahun ini yakin bahwa Blaugrana mampu membalikkan ketertinggalan dua gol dari leg pertama, dan menegaskan bahwa timnya akan berjuang hingga akhir untuk mengamankan tempat di babak semifinal.

Barcelona sob stories GFX

Barcelona harus berhenti mengeluh dan membuktikan kehebatannya

Kekecewaan Barcelona selama dan setelah kekalahan di Liga Champions melawan Atlético Madrid pada Rabu malam sangatlah bisa dimengerti. Blaugrana tampil lebih unggul pada leg pertama babak perempat final di Camp Nou — dan itu terjadi meskipun mereka harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari separuh pertandingan setelah Pau Cubarsi mendapat kartu merah langsung menjelang akhir babak pertama.