Penampilan Erling Haaland yang tidak seperti biasanya—sangat tenang—dalam pertandingan perempat final Piala Dunia di mana Norwegia tersingkir oleh Inggris, dikaitkan dengan wabah penyakit yang melanda skuad. Bintang Manchester City itu tampak jauh dari performa biasanya sebelum ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu saat Three Lions memastikan kemenangan 2-1.
Kemenangan dramatis Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia telah memicu perang kata-kata di luar lapangan, dengan Alf-Inge Haaland yang sangat marah atas keputusan wasit di Miami. Ayah dari bintang Manchester City, Erling, itu menulis di media sosial bahwa tim Three Lions “diselamatkan” oleh wasit, yang memicu tanggapan tajam dari para pakar sepak bola Roy Keane, Ian Wright, dan Gary Neville.
Alexander Sorloth telah angkat bicara mengenai kegagalannya memberikan umpan kepada Erling Haaland yang berada dalam posisi sangat bebas saat Norwegia mengalami kekalahan memilukan di perempat final Piala Dunia melawan Inggris. Haaland jelas berada dalam posisi yang bagus untuk menggandakan keunggulan timnya sebelum babak pertama berakhir, namun Sorloth justru memilih untuk melepaskan tembakan sendiri—sebuah momen yang terbukti menjadi titik balik penting dalam pertandingan tersebut.
Erling Haaland mengaku merasa "kecewa" dan "hampa" setelah Norwegia tersingkir dari Piala Dunia oleh Inggris dalam laga perempat final yang dramatis. Haaland sangat marah kepada wasit setelah adanya intervensi VAR yang kontroversial dalam insiden yang melibatkan rekan setim barunya di Manchester City, Elliot Anderson, yang menggagalkan gol penting bagi timnya pada babak kedua.
Erling Haaland memperingatkan Inggris bahwa mereka beruntung memiliki talenta sekelas Jude Bellingham, setelah aksi gemilang gelandang tersebut mengantarkan The Three Lions ke semifinal Piala Dunia. Penyerang Manchester City itu menjadi saksi langsung penampilan luar biasa Bellingham saat Norwegia tersingkir dari turnamen tersebut dalam laga perempat final yang menegangkan.
Sorakan paling meriah malam itu terdengar saat Jude Bellingham tampil dalam pertandingan perpisahannya. Dia tak butuh waktu lama. Bahkan cara dia berlari meninggalkan lapangan pun terlihat penuh tekad — berlari lurus ke depan, mencium dua kali, dan melambaikan tangan kepada penonton. Hal itu sangat mirip dengan penampilannya sepanjang pertandingan. Bellingham telah menguasai pertandingan ini dan membentuknya sesuai keinginannya. Ia mencetak dua gol yang sangat menentukan, dan juga melakukan banyak hal penting lainnya — tekel, umpan, dribel, dan teriakan.
Alf-Inge Haaland tampak sangat marah di tribun penonton saat menyaksikan putranya, Erling, dan timnas Norwegia tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah mengalami kekalahan yang penuh drama melawan Inggris. Mantan gelandang Manchester City itu tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap keputusan wasit, karena ia tampak membuat gestur yang menyinggung dan meluapkan kemarahannya di media sosial kepada wasit serta bintang tim Three Lions, Jude Bellingham.
Impian Erling Haaland di Piala Dunia berakhir dengan tragis di Miami saat Norwegia tersingkir oleh Inggris dalam laga perempat final yang menegangkan. Bintang Manchester City tersebut, yang menjadi salah satu pemain paling menonjol di turnamen ini, ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu, sehingga membuat para penggemar dan pakar kebingungan saat tim asuhan Stale Solbakken berusaha mengejar gol penyama kedudukan di menit-menit akhir.