Tottenham mungkin masih bisa lolos dari zona degradasi di Liga Premier, namun pembicaraan seputar transfer akan terus memanas hingga musim panas nanti—dengan Chris Waddle menanggapi pertanyaan mengenai masa depan Cristian Romero dan Micky van de Ven dalam wawancara eksklusif bersama GOAL. Ia mengisyaratkan bahwa beberapa pemain sedang mencari jalan keluar, sementara Spurs telah diberi tahu bahwa mereka perlu “mengubah” kebijakan perekrutan mereka secara keseluruhan.
Barcelona dilaporkan sedang mempersiapkan "serangan" dengan harga murah ke Tottenham, di saat klub asal London Utara itu menghadapi prospek yang tak terbayangkan: degradasi dari Liga Premier. Dengan Spurs yang tengah terjebak dalam pertarungan bertahan hidup yang sengit, Blaugrana memantau lima pemain bintang mereka—termasuk lulusan La Masia, Xavi Simons—sambil berusaha memanfaatkan krisis yang melanda Tottenham Hotspur Stadium.
Mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, melontarkan kritik pedas terhadap skuad saat ini di tengah perjuangan klub untuk menghindari degradasi yang mengejutkan dari Liga Premier. Pemain asal Belgia itu menegaskan bahwa para pemain, bukan para manajer, yang harus disalahkan atas musim yang berantakan ini, sambil secara khusus menyebut nama Cristian Romero dan Micky van de Ven, sementara Spurs kini hanya terpaut dua poin dari zona aman.
Tottenham Hotspur mendapat pukulan telak setelah dikonfirmasi bahwa kapten klub, Cristian Romero, harus absen hingga akhir musim akibat cedera lutut yang parah. Pelatih kepala Roberto De Zerbi menantang para pemainnya untuk tampil lebih baik dan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, sambil menegaskan bahwa Spurs tidak boleh larut dalam kesedihan saat mereka berjuang untuk memastikan kelangsungan mereka di Liga Premier.
Tottenham mengalami pukulan telak dalam perjuangan mereka menghindari degradasi menyusul kabar bahwa kapten Cristian Romero harus absen hingga akhir musim Liga Premier. Pemain internasional Argentina itu mengalami cedera lutut serius saat timnya kalah tipis di kandang Sunderland pada Minggu lalu, sehingga manajer baru Roberto De Zerbi harus bermain tanpa sosok paling berpengaruh di lini pertahanannya.
Bek Tottenham, Cristian Romero, terpaksa meninggalkan lapangan sambil menangis setelah mengalami benturan mengerikan dengan rekan setimnya, Antonin Kinsky, dalam laga Liga Premier melawan Sunderland pada Minggu lalu. Cedera tersebut semakin memperparah sore yang suram bagi Spurs, yang menelan kekalahan 1-0 di Stadium of Light dalam laga perdana Roberto De Zerbi sebagai pelatih.
Masa depan Cristian Romero di Tottenham Hotspur kini menjadi sorotan setelah muncul kabar mengejutkan mengenai kemungkinan kepergiannya. Di tengah perjuangan klub asal London Utara itu yang saat ini terpuruk di papan bawah klasemen Liga Premier, ayah sang bek kini angkat bicara menanggapi spekulasi yang semakin menguat seputar kontrak dan destinasi berikutnya sang putra.
Saat sedang bertugas bersama timnas Argentina, Cristian Romero mengakui bahwa ia "tidak sedang dalam kondisi terbaiknya" di Tottenham, yang kini terancam terdegradasi dari Liga Premier. Pernyataan sang juara Piala Dunia ini berpotensi memicu spekulasi tentang kemungkinan kepergiannya pada bursa transfer musim panas nanti, dengan La Liga disebut-sebut sebagai tujuan terkuatnya berikutnya.
Cristian Romero tetap menjadi target utama di lini belakang bagi Atlético Madrid, yang berupaya memperkuat barisan pertahanannya setelah upaya perekrutan yang gagal musim panas lalu. Meskipun pemain asal Argentina itu telah menandatangani kontrak jangka panjang baru bersama Tottenham, sebuah klausul tersembunyi dalam kontraknya berpotensi memfasilitasi kepindahannya ke Metropolitano.
Cristian Romero telah melontarkan seruan semangat kepada para pendukung Tottenham, berjanji akan memberikan "200 persen" dalam tujuh pertandingan terakhir klub untuk menghindari degradasi bersejarah dari Liga Premier. Setelah kekalahan telak 3-0 di kandang dari Nottingham Forest yang sangat mengecewakan, Spurs merosot ke peringkat ke-17 klasemen. Kapten tim tersebut menyerukan persatuan saat klub asal London Utara ini menghadapi ujian kelangsungan hidup terberatnya sejak 1977.
Kapten Tottenham Hotspur, Cristian Romero, secara terbuka menyebut musim Liga Premier mereka saat ini sebagai "musim yang buruk" setelah menelan kekalahan telak 3-0 di kandang dari Nottingham Forest. Hasil yang mengecewakan ini semakin memperparah ancaman degradasi bagi klub asal London Utara tersebut, sementara tim asuhan Vitor Pereira kini berada di atas Spurs di klasemen dengan hanya tersisa tujuh pertandingan lagi.
Bek Tottenham, Cristian Romero, enggan berkomentar banyak mengenai masa depannya setelah timnya tersingkir dari Liga Champions oleh Atletico Madrid pada Rabu malam. Spurs memang menang 3-2 pada leg kedua babak 16 besar, namun hasil itu tak cukup karena tim asuhan Diego Simeone lolos dengan agregat 7-5 dan memastikan tempat mereka di perempat final kompetisi tersebut.
Ange Postecoglou memberikan wawasan menarik tentang mentalitas yang tangguh dari Cristian Romero, mengakui bahwa bek tersebut bahkan menakutkan rekan setimnya sendiri. Mantan manajer Spurs membela gaya bermain agresif sang pemain Argentina, menyebutnya sebagai "pemenang" yang sangat penting untuk menciptakan budaya kinerja tinggi di tim Premier League.
Tottenham telah diperingatkan bahwa kapten klub yang "gila", Cristian Romero, mengancam akan merusak upaya kolektif tim, dengan Bobby Zamora menjelaskan kepada GOAL mengapa bek Argentina yang misterius ini menjadi "sasaran mudah" bagi lawan-lawannya. Bek tengah asal Amerika Selatan ini bisa dipancing hingga melakukan tindakan ceroboh, dengan lawan-lawannya mampu memancing emosinya.