William Saliba mengakui bahwa ia telah melupakan kekecewaan Arsenal di final Liga Champions dan kini mengalihkan fokusnya pada prestasi di level internasional. Pemain asal Prancis itu menjadi sosok kunci bagi The Gunners selama perjalanan mereka menuju pertandingan puncak di Budapest, namun harus menelan kekalahan yang menyakitkan melawan Paris Saint-Germain.
William Saliba telah dengan kokoh memantapkan dirinya sebagai pilar pertahanan Arsenal dan timnas Prancis, namun pemain berusia 25 tahun ini tetap rendah hati terkait status selebritasnya. Meskipun dianggap sebagai salah satu pemain elit di Liga Premier, bek tengah ini dengan cepat membedakan perannya dari gaya bermain menyerang dan status superstar global rekan-rekannya di timnas.
Kylian Mbappe mengungkapkan suasana unik di dalam skuad Prancis pasca kemenangan Paris Saint-Germain di Liga Champions baru-baru ini. Bintang Real Madrid itu menjelaskan bagaimana skuad tersebut harus menyeimbangkan emosi yang bertolak belakang antara William Saliba dari Arsenal dan para pemain inti PSG yang baru saja meraih kemenangan.
Prancis mendapat dua kabar gembira menjelang laga uji coba terakhir mereka menjelang Piala Dunia melawan Irlandia Utara, dengan kondisi kebugaran William Saliba yang sudah pulih sepenuhnya dan Ousmane Dembélé yang siap kembali bermain. Pelatih Didier Deschamps berusaha menenangkan kekhawatiran terkait bek andalannya tersebut sekaligus mengonfirmasi perubahan taktik untuk barisan penyerangnya.
Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, memberikan kabar menggembirakan terkait kondisi kebugaran bek Arsenal, William Saliba, menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun mengalami masalah punggung setelah kekalahan yang melelahkan di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, bek tengah tersebut terhindar dari cedera serius, meski ia harus menghadapi tantangan mental untuk pulih dari kekalahan yang memilukan itu.
Bek Arsenal, William Saliba, kemungkinan harus menjalani operasi punggung segera setelah Piala Dunia mendatang karena rasa sakit yang dialaminya terus memburuk. Meskipun ia berhasil mengatasi masalah tersebut dan tampil gemilang bersama The Gunners, hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan bahwa bek tengah tersebut memerlukan tindakan bedah jangka panjang.
William Saliba kini harus berjuang melawan waktu agar bisa pulih tepat waktu untuk Piala Dunia mendatang di Amerika Utara, setelah mengalami malam yang mengecewakan di Budapest. Pemain andalan Arsenal ini, yang selama ini menjadi pilar pertahanan asuhan Mikel Arteta, harus melihat impiannya di Liga Champions pupus sebelum akhirnya menderita pukulan telak bagi ambisinya di level internasional.
Prancis, favorit utama Piala Dunia, kemungkinan harus bermain tanpa salah satu pemain kuncinya di putaran final yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Final Liga Champions yang sangat dinantikan pada Sabtu ini antara Arsenal dan Paris Saint-Germain di Budapest merupakan pertarungan gaya bermain yang klasik. Arsenal memiliki rekor pertahanan terbaik di kompetisi ini, dengan kebobolan gol paling sedikit (enam) dan mencatatkan clean sheet terbanyak (sembilan) dibandingkan tim lain. Namun, pertanyaannya adalah, apakah pasukan Mikel Arteta mampu menahan salah satu tim penyerang paling berbakat dalam sejarah sepak bola Eropa?
Musim sepak bola Eropa hampir berakhir. Tinggal tersisa satu pertandingan—final Liga Champions—di mana Arsenal dan Paris Saint-Germain bersiap untuk bertarung di Budapest pada hari Sabtu. Kedua tim memasuki pertandingan ini setelah berhasil meraih gelar juara liga domestik masing-masing; PSG berupaya mempertahankan gelar yang mereka raih untuk pertama kalinya musim lalu, sementara The Gunners bertekad untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
Nah, begitulah — musim Liga Premier 2025-26 telah berakhir. Arsenal menjadi juara, sementara West Ham terdegradasi bersama Wolves dan Burnley, sementara Tottenham berhasil bertahan di kasta tertinggi pada hari terakhir. Meskipun permainan sepak bolanya tidak selalu memukau, musim ini dipenuhi dengan lika-liku di kedua ujung klasemen, sehingga sulit untuk memprediksi hasil apa pun mengingat semakin ketatnya persaingan di antara tim-tim di kasta tertinggi Inggris.
Dan begitulah: musim Liga Premier yang lain telah berakhir. Ini adalah musim yang penuh drama di kedua ujung klasemen, dengan perebutan gelar juara dan pertarungan sengit untuk menghindari degradasi berlangsung hingga detik-detik terakhir, menghadirkan akhir yang menegangkan bagi para penggemar Arsenal, Manchester City, Tottenham, dan West Ham. Pada akhirnya, The Gunners lah yang merasakan kejayaan untuk pertama kalinya dalam 22 tahun yang panjang, sementara The Hammers harus menelan pil pahit degradasi di hari terakhir.