Mason Greenwood tampaknya akan segera kembali berlaga di kompetisi klub elit Eropa setelah menjadi target transfer utama bagi kedua calon presiden yang bersaing di Fenerbahçe. Penyerang berusia 24 tahun yang pernah membela Manchester United itu tampaknya semakin besar kemungkinannya untuk meninggalkan klub Prancis Marseille pada musim panas ini, dengan kemungkinan pindah ke Turki yang menawarkan kesempatan baru untuk berlaga di Liga Champions.
Roma telah menargetkan Mason Greenwood sebagai incaran utama mereka di bursa transfer musim panas dan dilaporkan siap menguji tekad Marseille dengan mengajukan tawaran awal. Giallorossi berupaya memanfaatkan kembalinya mereka ke Liga Champions dengan memberikan Gian Piero Gasperini tambahan kekuatan di lini serang yang sangat ia butuhkan.
Direktur olahraga Marseille yang baru dilantik, Gregory Lorenzi, telah mengonfirmasi bahwa klub siap mempertimbangkan tawaran transfer untuk Mason Greenwood selama jendela transfer musim panas. Mantan petinggi Brest tersebut, yang secara resmi menggantikan Mehdi Benatia di Stade Velodrome, mengakui bahwa masa depan penyerang asal Inggris itu saat ini sedang menjadi bahan pertimbangan serius di internal klub, seiring upaya klub untuk menyeimbangkan neraca keuangannya.
Mason Greenwood kemungkinan akan hengkang dari Marseille, dengan AS Roma dilaporkan sedang mempercepat pembicaraan terkait transfer pada musim panas ini. Klub Ligue 1 tersebut siap melepas sang pemain di tengah tekanan finansial dan telah menetapkan harga jual sebesar €50 juta (£42 juta/$57 juta) untuk sang penyerang.
Persaingan untuk memperebutkan kursi presiden Fenerbahçe mengalami perkembangan yang mengejutkan, seiring dengan persiapan calon Hakan Safi untuk mengumumkan "paket besar" guna mentransformasi klub tersebut. Berbagai laporan menyebutkan bahwa penyerang asal Inggris Mason Greenwood dan legenda AC Milan Paolo Maldini menjadi pilar utama dari visi ambisius untuk mengembalikan dominasi klub di kancah sepak bola Turki.
Roma dilaporkan sedang merencanakan langkah ambisius pada bursa transfer musim panas untuk mendatangkan penyerang Marseille, Mason Greenwood. Namun, klub Italia tersebut dihadapkan pada berbagai rintangan besar untuk menuntaskan kesepakatan ini, termasuk nilai transfer yang sangat tinggi, klausul persentase penjualan yang besar yang masih dipegang oleh klub lamanya, Manchester United, serta keharusan mutlak untuk memastikan lolos ke Liga Champions pada laga terakhir musim Serie A.
Mason Greenwood telah mengklarifikasi sikapnya terkait masa depannya di Marseille setelah namanya masuk dalam daftar Tim Terbaik Ligue 1 pada upacara penghargaan UNFP. Meskipun tim raksasa Prancis itu menjalani musim yang penuh gejolak dan dilaporkan ada minat dari klub-klub besar Eropa, sang penyerang menyampaikan pesan yang tegas mengenai niatnya di Stade Vélodrome.
Ousmane Dembele membela gelar Pemain Terbaik Ligue 1 yang diraihnya, meskipun ia baru tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan liga bersama Paris Saint-Germain musim ini. Pemain sayap tersebut berhasil mengungguli Vitinha, Mason Greenwood, dan pemain lain untuk meraih penghargaan tersebut, sambil menegaskan bahwa ia selalu memberikan kontribusi yang berarti setiap kali turun ke lapangan.
Mason Greenwood diprediksi akan menarik minat dari “cukup banyak klub” seiring mulai terbukanya peluang bagi para pemain untuk hengkang dari Marseille, dengan Chris Waddle menjelaskan kepada GOAL mengapa mantan penyerang Manchester United itu telah menjadi “kesuksesan yang nyata” di Prancis. Pemain internasional Inggris yang baru sekali membela timnas itu pindah ke Stade Velodrome pada musim panas 2024 dan telah tampil gemilang di tengah tekanan yang sangat besar.
Mason Greenwood menanggapi spekulasi yang semakin menguat mengenai hubungannya dengan pelatih kepala Marseille, Habib Beye, setelah penampilannya yang menentukan saat melawan Le Havre. Penyerang berusia 24 tahun itu mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut melalui tendangan penalti, yang memastikan kemenangan 1-0 bagi klub raksasa Ligue 1 tersebut.
Masa bakti Mason Greenwood di Ligue 1 tampaknya akan berakhir dengan cara yang tak terduga seiring dengan semakin gencarnya spekulasi mengenai kembalinya ia ke Liga Premier. Meskipun awal kariernya di Prancis berjalan cukup baik, rumor mengenai kemungkinan kepindahannya ke Tottenham Hotspur untuk kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya, Roberto De Zerbi, mulai beredar di tengah kabar adanya ketegangan internal di Marseille.
Mason Greenwood disebut sebagai "aib yang memalukan" oleh legenda Marseille, Christophe Dugarry, setelah kekalahan telak 3-0 dari Nantes. Mantan penyerang Manchester United itu kini menghadapi kecaman keras akibat dianggap kurang bersemangat dan memiliki sikap buruk di lapangan. Dugarry tidak segan-segan menuntut agar pemain berusia 23 tahun itu segera hengkang, seiring berakhirnya masa-masa indah awalnya di Prancis.
Juventus dilaporkan kembali menaruh minat pada Mason Greenwood seiring dengan upaya mereka merumuskan 'rencana' strategis untuk mendatangkan penyerang tersebut ke Turin pada musim panas ini. Mantan pemain Manchester United itu telah lama menjadi incaran Bianconeri, dan penampilannya yang gemilang di Prancis telah membuatnya kembali masuk dalam radar mereka menjelang dibukanya jendela transfer.
Pelatih kepala Marseille, Habib Beye, angkat bicara untuk mengklarifikasi kondisi kebugaran Mason Greenwood menjelang pertandingan penting Ligue 1 melawan Nantes. Penyerang asal Inggris itu secara mengejutkan tidak masuk dalam susunan pemain inti saat timnya bermain imbang melawan Nice baru-baru ini, sehingga memicu pertanyaan mengenai kondisi fisik dan posisinya di skuad.
Juventus dilaporkan siap mempercepat upaya mereka untuk merekrut Mason Greenwood, yang telah lama menjadi incaran mereka, seiring upaya klub untuk memperkuat lini serang menjelang musim depan, sementara Marseille telah menetapkan harga yang diminta untuk mantan penyerang Manchester United tersebut. Greenwood kembali mencatatkan musim yang gemilang bersama raksasa Ligue 1 tersebut, namun masa depannya bergantung pada apakah klub tersebut berhasil lolos ke Liga Champions.