FBL-FRA-UNFP-AWARDSAFP

Diterjemahkan oleh

"Saya tidak tahu apakah penampilan saya dihitung dua kali lipat" - Ousmane Dembélé mengalahkan Vitinha dan Mason Greenwood untuk meraih gelar Pemain Terbaik Ligue 1, meskipun ia hanya tampil sebagai starter dalam SEMBILAN pertandingan untuk PSG musim ini

  • Dembele meraih penghargaan meski jarang diturunkan sebagai starter

    Dembele membela penunjukannya sebagai Pemain Terbaik Ligue 1 musim 2025-26 meskipun ia hanya mendapat sedikit kesempatan untuk menjadi starter musim ini. Winger PSG ini hanya tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan liga musim ini, namun tetap berhasil meraih penghargaan individu tertinggi tersebut. Dembele mengungguli para pesaing tangguh lainnya yang masuk dalam daftar nominasi, termasuk rekan setimnya di PSG, Vitinha dan Nuno Mendes, serta penyerang Marseille, Greenwood dan Florian Thauvin. Penghargaan ini menandai tahun kedua berturut-turut ia meraih gelar tersebut.

  • Iklan
  • Paris Saint-Germain v FC Bayern München - UEFA Champions League 2025/26 Semi Final First LegGetty Images Sport

    Dembele menanggapi kritik

    Hasil tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pakar, dengan beberapa pihak mempertanyakan bagaimana seorang pemain yang relatif jarang diturunkan sebagai starter bisa memenangkan penghargaan individu tertinggi di liga. Saat berbicara di zona campuran setelah upacara, Dembele mengakui adanya perdebatan seputar kemenangannya, namun menegaskan bahwa ia telah memaksimalkan setiap menit bermainnya.

    "Persepsi telah berubah karena saya adalah pemenang Ballon d'Or saat ini," katanya, seperti dikutip oleh Foot Mercato. "Dan ya, saya mengalami beberapa kendala fisik. Saya tidak banyak mendapat waktu bermain, tetapi setiap kali saya berada di lapangan, saya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim. Hal itu terjadi saat melawan Marseille dan Lille, di mana saya berusaha membantu tim. Saya tidak tahu apakah waktu bermain saya dihitung dua kali lipat, tapi saya senang para pemain memilih saya."


  • Lelucon tentang Vitinha

    Bintang PSG itu juga berbagi momen santai bersama rekan setimnya, Vitinha, selama upacara tersebut. Sambil memuji penampilan gelandang tersebut, Dembele bercanda bahwa kurangnya gol yang dicetaknya mungkin justru merugikannya.

    Menurut RMC Sport, ia berkata: "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga saya, staf, presiden, dan pelatih Luis Enrique. Saya beruntung memiliki pelatih seperti itu; dia luar biasa. Dan juga Vitinha, karena dia meminta saya untuk memberikan penghormatan kecil padanya. Dia rekan setim yang luar biasa, saya pikir dia pantas mendapatkan trofi ini, tapi dengan sebuah gol."

    Vitinha kemudian menanggapi lelucon tersebut dengan berkata: "Dia pantas mendapatkannya. Dia pemenang Ballon d'Or, dia pemain terbaik di liga kami. Selesaikan semuanya dengan cepat, kalau tidak dia [Dembele] akan berkeringat terlalu banyak. Itu bisa jadi masalah baginya."

  • Paris Saint-Germain v FC Bayern München - UEFA Champions League 2025/26 Semi Final First LegGetty Images Sport

    Dampak yang signifikan meski waktu bermainnya terbatas

    Terlepas dari perdebatan seputar menit bermainnya, kontribusi Dembele sepanjang musim tetap mengesankan. Dalam 20 penampilannya di Ligue 1, pemain sayap ini mencetak sepuluh gol dan enam assist. Perannya menjadi sangat penting terutama pada paruh kedua musim saat PSG terus berjuang untuk mengamankan gelar liga lainnya. Kemampuan Dembele dalam menciptakan momen-momen krusial pada pertandingan-pertandingan besar membantu memperkuat posisinya di mata para pemilih.

    Selain itu, bintang PSG lainnya, Desire Doue, juga berhasil memenangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Ligue 1 musim 2025-26. Pemain sayap PSG berusia 20 tahun ini meraih penghargaan tersebut untuk tahun kedua berturut-turut setelah penampilan gemilang, mengalahkan para nominasi termasuk Joao Neves dan Warren Zaïre-Emery.