William Gallas mendesak Chelsea untuk mempertimbangkan merekrut seorang pelatih kepala dari La Liga guna mengatasi krisis yang sedang melanda klub tersebut. Mantan bek itu yakin The Blues membutuhkan pemimpin yang "tegas" untuk mengubah skuad muda mereka menjadi tim pemenang.
Gary Neville menyebut pemilik Chelsea "tidak mengerti apa-apa" menyusul keputusan untuk memecat Liam Rosenior. Mantan pemain Manchester United itu juga mengejek kebijakan klub yang memberikan kontrak jangka panjang, dengan menyebut strategi tersebut "konyol."
Chelsea telah mengidentifikasi kandidat utama untuk menggantikan Liam Rosenior, sementara jajaran pimpinan klub sedang mempertimbangkan sejumlah nama dalam daftar calon pelatih. Setelah pemecatan Rosenior pada Rabu lalu, The Blues kini mencari pelatih tetap kelima mereka sejak 2022 untuk menyelamatkan musim yang saat ini tercoreng oleh ketegangan di ruang ganti.
Mengutip kata-kata Homer Simpson yang legendaris, mengkritik bukan hanya mudah, tapi juga menyenangkan. Memang gampang sekali duduk dan menghakimi dari menara gading ini, tapi hei, begitulah sepak bola, hanyalah permainan opini. Menjadi manajer Liga Premier pasti salah satu pekerjaan paling sepi di dunia, terutama saat hasil pertandingan tak menentu dan masa depan kariermu jadi bahan spekulasi di seluruh dunia.
Chelsea berhasil terhindar dari kewajiban membayar kompensasi sebesar £24 juta setelah pemecatan Liam Rosenior yang baru menjabat selama 104 hari. Meskipun dewan direksi mendapat sorotan tajam terkait penurunan performa klub belakangan ini, klausul pemutusan kontrak strategis yang tercantum dalam kontrak delapan tahun sang manajer telah menyelamatkan The Blues dari kerugian finansial yang sangat besar.
Jika kita jujur saja, sejak awal rasanya bukan soal "apakah", melainkan "kapan" Liam Rosenior akan dipecat setelah ia ditunjuk sebagai pengganti yang mengejutkan bagi Enzo Maresca yang dipecat pada Januari lalu. Awal yang menjanjikan di bangku cadangan Stamford Bridge kini terasa seperti kenangan yang jauh, dengan rentetan hasil buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya mempercepat kejatuhannya. Setelah memimpin tim mengalami kekalahan liga kelima berturut-turut, Rosenior pantas diberhentikan dari jabatannya — namun ia hanyalah gejala dari masalah yang lebih luas dan mendalam yang dihadapi The Blues.
Chelsea telah memecat Liam Rosenior kurang dari empat bulan setelah pelatih asal Inggris itu ditunjuk sebagai pelatih kepala mereka. Pelatih berusia 41 tahun itu harus menghadapi rentetan hasil buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mencapai puncaknya pada kekalahan telak 3-0 di kandang Brighton pada Selasa malam, sehingga memperpanjang rekor kekalahan beruntun mereka di Liga Premier menjadi lima pertandingan.
Musim Chelsea kini terjerumus ke dalam krisis setelah menelan kekalahan telak 3-0 di kandang Brighton, sebuah hasil yang membuat klub tersebut terpuruk akibat lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Ketegangan kini merembet ke ruang ganti setelah Trevoh Chalobah secara terbuka membantah pernyataan yang dilontarkan manajer Liam Rosenior terkait komitmen skuad.
Penurunan performa Chelsea menuju zona tengah klasemen di bawah asuhan Liam Rosenior berlanjut saat bertandang ke Brighton pada Selasa lalu, di mana The Blues yang tampil tumpul itu harus menelan kekalahan memalukan 3-0 di Amex Stadium. Setelah menelan empat kekalahan beruntun di Liga Premier tanpa mencetak satu gol pun, tim asal London yang saat ini berada di peringkat kelima itu tiba di pantai selatan dengan harapan dapat menghidupkan kembali peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Namun, mereka kini tergeser ke peringkat keenam setelah Brighton berhasil menyalip mereka dengan sangat mudah.
Chelsea dituduh telah “membangun rumah yang sangat jelek” akibat keputusan mengejutkan mereka untuk memecat Enzo Maresca, dengan Paul Parker mengakui kepada GOAL bahwa keputusan tersebut mungkin merupakan kesalahan terbesar The Blues. Dua gelar bergengsi berhasil diraih Stamford Bridge pada tahun 2025, namun kini mereka terancam tidak meraih trofi apa pun pada tahun 2026 dan gagal lolos ke Liga Champions.
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, membantah spekulasi yang semakin santer bahwa pemain sayap asal Argentina, Alejandro Garnacho, akan dijual pada bursa transfer musim panas mendatang. Pemain berusia 21 tahun itu kesulitan menemukan performa terbaiknya sejak pindah dari Manchester United, sehingga memicu spekulasi bahwa The Blues mungkin akan melepasnya setelah hanya satu tahun.
Ada ironi yang pahit dalam kenyataan bahwa Chelsea akan menghadapi Brighton pada hari Selasa di salah satu titik terendah dalam "proyek" The Blues. The Blues bertandang ke pantai selatan dengan harapan untuk finis di lima besar Liga Premier yang kini hanya bergantung pada seutas benang, dan akibatnya, petinggi klub akhirnya siap untuk meninggalkan model transfer yang terinspirasi oleh kesuksesan The Seagulls.
Liam Rosenior memberikan penilaian jujur mengenai masa depannya di Chelsea setelah kekalahan telak 1-0 dari Manchester United yang membuat harapan mereka untuk lolos ke Liga Champions kini berada di ujung tanduk. Pelatih The Blues itu mengakui bahwa ia tidak tahu pasti apa konsekuensi yang akan terjadi jika klub gagal mengamankan tempat di kompetisi teratas Eropa musim depan.