Dengan duopoli Lionel Messi-Cristiano Ronaldo yang tampaknya mulai menjadi kenangan masa lalu, persaingan untuk meraih Ballon d'Or belum pernah terasa seketat ini selama hampir 20 tahun terakhir; kini, banyak pemain yang memulai setiap musim dengan keyakinan bahwa mereka memiliki peluang untuk merebut penghargaan individu paling bergengsi yang ditawarkan dunia sepak bola. Ousmane Dembele berhasil bangkit dari karier yang diwarnai cedera dan performa yang tidak konsisten untuk memenangkan Golden Ball pada tahun 2025, dan ia kembali menjadi salah satu dari sekian banyak pesaing pada tahun 2026.
Harry Kane mengakui bahwa skuad Inggris masih berada dalam "fase berduka" setelah tersingkir secara menyakitkan di babak semifinal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Meskipun kecewa karena gagal melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, kapten The Three Lions itu telah memberikan dukungan penuh kepada pelatih Thomas Tuchel.
Piala Dunia 2026 telah berakhir, dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah berhasil merebut gelar juara dunia sekali lagi. Turnamen yang tak terlupakan di Amerika Utara ini menampilkan para bintang top dari seluruh penjuru dunia yang menjadi sorotan utama. Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Jude Bellingham sama-sama memukau penonton, namun Rodri yang akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Piala Dunia 2026 telah usai, begitu pula perebutan Sepatu Emas yang bergengsi—penghargaan yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak turnamen tersebut. Seiring berakhirnya turnamen yang diperluas menjadi 48 negara ini, setelah sebulan penuh aksi seru di Amerika Utara, bintang mana yang berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut? Di sini, GOAL merangkum para pemain paling produktif di turnamen ini.
Perjalanan Inggris di Piala Dunia berakhir dengan gemilang di lapangan, namun perayaan pasca-pertandingan ternoda oleh insiden bentrokan yang tidak menyenangkan di zona campuran. Setelah kemenangan menegangkan Three Lions 6-4 atas Prancis dalam pertandingan perebutan medali perunggu di Hard Rock Stadium, Miami, polisi terpaksa turun tangan saat sesi wawancara dengan kapten Harry Kane.
Harry Kane akan menghadapi musim panas yang menentukan setelah Inggris tersingkir secara mengecewakan dari Piala Dunia, namun masa depannya di Bayern Munich semakin jelas. Meskipun terus beredar rumor yang mengaitkan kapten Three Lions itu dengan kembalinya ke Tottenham atau kepindahan spektakuler ke Real Madrid, sang mesin pencetak gol tampaknya sudah mantap di Bavaria.
Inggris setidaknya berhasil sedikit mencerahkan perjalanan mereka di Piala Dunia. Kemenangan 6-4 yang sangat menghibur atas Prancis dalam pertandingan perebutan medali perunggu pada Sabtu lalu memang tidak mengubah fakta bahwa mereka mengalami kekalahan telak di semifinal melawan Argentina tiga hari sebelumnya, tetapi setidaknya hal itu sedikit menyelamatkan harga diri mereka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik yang tak terduga terhadap taktik Thomas Tuchel menyusul tersingkirnya Inggris secara dramatis di semifinal Piala Dunia melawan Argentina. Pemimpin Amerika Serikat itu mempertanyakan keputusan untuk menempatkan kapten Harry Kane pada posisi bertahan yang dalam setelah Tim Tiga Singa kehilangan keunggulan 1-0 dan akhirnya kalah 2-1 di Atlanta.
Dan penantian pun terus berlanjut. Kekalahan Inggris di semifinal Piala Dunia melawan Argentina pada Rabu lalu berarti upaya mereka untuk meraih trofi internasional pertama sejak 1966 akan berlanjut hingga dekade ketujuh. Harapannya, masa paceklik itu akan berakhir dua tahun lagi ketika Three Lions menjadi tuan rumah bersama Kejuaraan Eropa 2028, tetapi apakah Inggris akan pernah lagi mencapai final Piala Dunia, apalagi mengangkat trofi paling terkenal dalam olahraga ini?