UEFA melancarkan serangan pedas terhadap FIFA menyusul keputusan mengejutkan badan pengatur tersebut yang mengizinkan striker timnas AS, Folarin Balogun, terhindar dari skorsing otomatis. Badan pengatur Eropa itu menyatakan langkah tersebut "telah melampaui batas" dan memperingatkan bahwa integritas Piala Dunia kini berada di ujung tanduk setelah penyerang asal Monaco itu diizinkan bermain melawan Belgia.
Pernyataan tegas dari UEFA terkait kasus Balogun, yang sanksi larangan bermainnya telah dicabut oleh FIFA: "Kami tak percaya dengan keputusan yang begitu belum pernah terjadi sebelumnya, tak dapat dipahami, dan tak dapat dibenarkan ini."
Thomas Tuchel melontarkan sindiran sarkastis terhadap proses disiplin FIFA, sambil bercanda bahwa kapten timnas Inggris, Harry Kane, mungkin sebaiknya meminta bantuan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan masalah skorsing Jarell Quansah yang menjadi momok bagi tim Three Lions. Komentar tersebut muncul menyusul keputusan mengejutkan yang memungkinkan bintang timnas AS, Folarin Balogun, diperbolehkan bermain meskipun sebelumnya ia menerima kartu merah langsung pada awal turnamen.
Pimpinan FIFA periode 1998–2015 itu mengecam keputusan untuk membebaskan striker Amerika Serikat itu beberapa jam menjelang pertandingan melawan Belgia
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengaku terkejut saat mengetahui bahwa penyerang tim nasional pria Amerika Serikat, Folarin Balogun, akan bisa diturunkan dalam laga Piala Dunia pada Senin nanti. Federasi Sepak Bola Belgia kemudian menyatakan akan menjajaki segala cara yang mungkin untuk menggugat keputusan FIFA, sementara baik Garcia maupun Federasi Sepak Bola Belgia (FA) mengemukakan penolakan mereka sebagai bentuk pembelaan terhadap sepak bola.