Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) akan mengajukan banding atas pencabutan sanksi terhadap pemain asal Amerika Serikat, Folarin Balogun — dan pada saat yang sama melontarkan tuduhan keras kepada FIFA.
Piala Dunia ini sebenarnya mulai terasa cukup mengasyikkan. Setelah ketegangan nyaris lenyap sepenuhnya dari babak penyisihan grup akibat format turnamen yang konyol, dimulainya babak gugur yang sudah lama dinantikan—tak heran—telah menghadirkan kegembiraan yang sesungguhnya bagi kita—bahkan begitu besarnya, hingga Anda mungkin sudah lupa betapa memalukannya perlakuan yang diterima Iran dari Amerika Serikat. Atau bahwa wasit Omar Artan—bersama jutaan orang Afrika lainnya—bahkan tidak diizinkan untuk hadir.
UEFA melancarkan serangan pedas terhadap FIFA menyusul keputusan mengejutkan badan pengatur tersebut yang mengizinkan striker timnas AS, Folarin Balogun, terhindar dari skorsing otomatis. Badan pengatur Eropa itu menyatakan langkah tersebut "telah melampaui batas" dan memperingatkan bahwa integritas Piala Dunia kini berada di ujung tanduk setelah penyerang asal Monaco itu diizinkan bermain melawan Belgia.
Pernyataan tegas dari UEFA terkait kasus Balogun, yang sanksi larangan bermainnya telah dicabut oleh FIFA: "Kami tak percaya dengan keputusan yang begitu belum pernah terjadi sebelumnya, tak dapat dipahami, dan tak dapat dibenarkan ini."