Corentin Tolisso mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam karena tidak masuk dalam skuad Prancis asuhan Didier Deschamps untuk Piala Dunia 2026, meskipun ia baru saja menjalani musim terbaiknya hingga saat ini. Kapten Lyon ini harus menepi bersama beberapa bintang ternama lainnya saat Les Bleus bersiap untuk memperebutkan gelar tertinggi dalam sepak bola musim panas ini.
Didier Deschamps telah secara resmi mengumumkan skuad Prancis yang terdiri dari 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, dan tidak ada tempat bagi bintang Real Madrid, Eduardo Camavinga. Gelandang tersebut menjadi nama paling menonjol yang tereliminasi dari daftar yang juga tidak memasukkan penyerang Randal Kolo Muani—yang saat ini dipinjamkan ke Tottenham—sementara memberikan panggilan mengejutkan kepada pemain seperti Robin Risser dan Maxence Lacroix.
Real Madrid dilanda kekacauan menjelang El Clásico. Musim ini akan berakhir tanpa gelar juara, dan para pemain kini saling berseteru. Penyebab perpecahan yang mendalam ini tampaknya sudah terjadi sejak berbulan-bulan lalu.
Setelah tersingkir secara dramatis dari Liga Champions melawan FC Bayern pada Rabu lalu, Eduardo Camavinga (23), yang mendapat kartu kuning-merah, meneteskan air mata pahit di ruang ganti tim tamu Allianz Arena.
Wesley Sneijder melontarkan kritik pedas terhadap para pemain Real Madrid menyusul tersingkirnya mereka secara mengejutkan dari Liga Champions oleh Bayern Munich. Mantan gelandang Bernabeu itu mengkritik keputusan tim yang justru menyalahkan wasit alih-alih meminta pertanggungjawaban Eduardo Camavinga atas kartu merah "bodoh" yang diterimanya pada leg kedua perempat final.
Eduardo Camavinga telah meminta maaf kepada para pendukung Real Madrid setelah ia mendapat kartu merah dalam kekalahan di Liga Champions melawan Bayern Munich. Gelandang asal Prancis itu mengakui kesalahannya setelah Madrid tersingkir di babak perempat final, karena pengusirannya menjadi momen penentu dalam pertandingan yang penuh kekacauan di Munich.
Wasit Slavko Vincic menjadi sorotan para petinggi Real Madrid setelah tim tersebut tersingkir dari Liga Champions. Mantan pelatih Barcelona, Ronald Koeman, hanya bisa memahami hal itu sampai batas tertentu.
Kekalahan dari FC Bayern sekali lagi memperlihatkan sisi buruk Real Madrid. Layaknya anak kecil yang manja, para pemain Los Blancos mengomel dan mengeluh tentang segala hal dan semua orang. Narasi bahwa mereka telah "dirampok" di Munich sekali lagi menegaskan bahwa Real benar-benar merupakan tim paling tidak disukai di dunia sepak bola. Padahal, justru sang juara berulang kali itulah yang seharusnya merasa dirugikan sepanjang pertandingan.
Alvaro Arbeloa mengecam keputusan wasit yang “tidak adil” yang mengakibatkan Eduardo Camavinga diusir dari lapangan saat Real Madrid tersingkir secara dramatis di perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich. Pelatih Los Blancos itu mempertanyakan kompetensi wasit setelah kekalahan agregat 6-4 yang penuh kekacauan itu mengakhiri harapan raksasa Spanyol itu untuk meraih gelar ke-16 di kompetisi Eropa.
Direktur Olahraga Bayern München, Max Eberl, tidak dapat memahami protes keras yang dilontarkan Real Madrid terkait kartu merah yang diterima Eduardo Camavinga.
Pertandingan yang luar biasa! Bahkan, hasil imbang yang luar biasa! Pertandingan perempat final Liga Champions antara Bayern Munich dan Real Madrid menyuguhkan segalanya: gol-gol indah, kesalahan kiper, dan keputusan wasit yang sangat kontroversial. Hasil akhirnya adalah pertandingan yang begitu memikat, yang seolah-olah membantah klaim pemilik Napoli, Aurelio De Laurentiis, bahwa kita perlu mengubah permainan agar lebih menarik bagi kaum muda.
Sebuah tindakan gegabah dari Eduardo Camavinga membuat harapan Real Madrid untuk membalikkan keadaan pupus, setelah mereka kalah dengan agregat 6-4 dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions. Pemain asal Prancis itu menerima kartu merah di menit-menit akhir, yang membuat pertandingan yang semula ketat menjadi terbuka lebar. Bayern memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol di menit-menit akhir untuk menang 4-3 pada laga tersebut, sementara Los Blancos harus pulang dengan segudang penyesalan setelah pertandingan yang kacau balau.