Pesan yang jelas menjelang leg kedua: Bayern mengandalkan dukungan penuh para penggemar di Allianz Arena dan menyerukan agar penonton di tribun memberikan dukungan maksimal. Di hadapan 75.000 penonton, keunggulan sebagai tuan rumah diharapkan menjadi faktor penentu untuk mengalahkan PSG dan memastikan lolos ke babak berikutnya.
Meskipun tertinggal, FC Bayern tetap sangat yakin bisa lolos ke babak berikutnya: Di ruang ganti, para pemain sangat yakin bahwa mereka mampu mengalahkan PSG pada leg kedua. Alih-alih mengandalkan hasil ajaib, tim asal Munich ini lebih mengincar kemenangan kandang – dan dengan demikian ingin memastikan peluang untuk perpanjangan waktu atau lolos langsung.
PSG mengira mereka sudah berada di jalur menuju Budapest setelah menang 5-2 – namun Bayern mencium peluang mereka. Meskipun situasinya ketat, juara bertahan itu mengandalkan mentalitas bangkitnya dan bertekad membalikkan keadaan pada leg kedua di "benteng" kandang mereka.
Antara kekecewaan dan pengakuan: Pada leg pertama Liga Champions melawan PSG, pelatih Bayern terpaksa hanya bisa menonton dari pinggir lapangan karena hukuman kartu kuning – sebuah pengalaman yang ia gambarkan sendiri sebagai "bencana". Meski demikian, ia tetap menyoroti mentalitas yang kuat dan kemampuan timnya untuk bangkit kembali.
Setelah bertanding melawan Real Madrid, FC Bayern kini akan menghadapi tantangan berat berikutnya, yaitu Paris Saint-Germain, di semifinal Liga Champions.
Setelah mengalami cedera parah tahun lalu, kali ini Kompany menyambut jeda internasional dengan lebih tenang. Meskipun para bintang Bayern telah tampil dalam banyak pertandingan menjelang laga melawan Real Madrid, keyakinan mereka semakin meningkat.
Apakah beberapa pemain sengaja mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Atalanta Bergamo agar dapat dipastikan ikut bermain dalam pertandingan perempat final? Kimmich memberikan tanggapannya.