Christian Pulisic tampil kurang menonjol, Mauricio Pochettino gagal memenuhi harapan, dan perjalanan gemilang timnas AS berakhir dengan kenyataan pahit saat menghadapi Belgia.
Timnas AS kini kembali diperkuat oleh striker andalan mereka, dan akan menghadapi laga melawan tim papan atas Eropa dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada yang mungkin dibayangkan banyak orang.
Pada peringatan ke-250 Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, Mauricio Pochettino dan timnas AS telah menjadi tim kebanggaan Amerika, mengubah perjalanan mereka di Piala Dunia menjadi perayaan sepak bola Amerika.
Kartu merah yang diberikan kepada Folarin Balogun sebenarnya bisa saja mengakhiri perjalanan USMNT di Piala Dunia, namun impian tim Amerika itu tetap berlanjut karena mereka menolak untuk menyerah.
Timnas AS kini berada di titik di mana sepak bola benar-benar mulai menjadi hal yang penting, dan mereka harus tampil dalam performa terbaiknya saat menghadapi tim Bosnia dan Herzegovina yang tangguh.
Ketiga negara tuan rumah tersebut telah tampil mengesankan di Piala Dunia 2026, dan ada alasan untuk meyakini bahwa mereka berpotensi melaju jauh pada musim panas ini
Menurut laporan, Asosiasi Sepak Bola AS (U.S. Soccer) telah menawarkan kontrak baru kepada Mauricio Pochettino yang memungkinkan sang manajer tetap memimpin tim selama empat tahun ke depan. Penawaran kontrak tersebut diajukan menjelang Piala Dunia 2026. Kontrak Pochettino saat ini akan berakhir pada akhir turnamen tersebut, dan ia telah menyatakan kesediaannya untuk tetap bertahan asalkan kondisi yang tepat terpenuhi.
Christian Pulisic kembali bermain, Sebastian Berhalter tampil mengesankan, dan Auston Trusty menciptakan momen penting, namun gol penentu kemenangan Turkiye di menit-menit akhir memperlihatkan kelemahan kedalaman pertahanan USMNT.