Legenda Manchester United, Roy Keane, membagikan kisah tentang percakapan telepon pribadi dengan kapten klub saat ini, Bruno Fernandes, setelah terjadi perselisihan yang ramai diperbincangkan. Keduanya sempat berselisih akibat kritik Keane terhadap upaya gelandang tersebut untuk mengejar rekor individu, namun tampaknya perselisihan itu akhirnya telah diselesaikan.
Sudah sangat dekat, seolah-olah kita bisa merasakannya. Piala Dunia 2026 kini tinggal hitungan hari lagi, dengan para pemain terbaik dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menyambut musim panas sepak bola yang menjanjikan. Sementara beberapa tim hanya bermimpi bisa lolos dari babak penyisihan grup, tim-tim lain tahu bahwa apa pun hasil selain perayaan trofi pada akhir Juli akan dianggap sebagai kegagalan. Kita pun siap menyaksikan lima setengah minggu penuh drama, dipenuhi dengan kegembiraan dan kekecewaan dalam porsi yang sama.
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, membuktikan mengapa ia menjadi pemain terpenting Portugal menjelang Piala Dunia musim panas ini di Amerika Utara dengan tampil gemilang dalam kemenangan 2-1 pada laga persahabatan melawan Chili di Lisbon, Sabtu malam, yang diwarnai kartu merah yang tidak perlu bagi sayap Rafael Leao serta penampilan kapten Selecao, Cristiano Ronaldo, yang sangat mengecewakan.
Kepala Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, menolak untuk sepenuhnya menampik kemungkinan kepergian kapten klub Bruno Fernandes pada bursa transfer musim panas. Meskipun Setan Merah bertekad untuk mempertahankan gelandang serang andalan mereka, pernyataan yang ambigu dari gelandang asal Portugal tersebut mengenai masa depannya dalam jangka panjang telah memicu spekulasi baru seputar kariernya di Old Trafford.
Bruno Fernandes mengakui bahwa koleksi gelarnya di Manchester United belum sesuai dengan ekspektasi awalnya sejak bergabung dengan Old Trafford. Meskipun telah memenangkan Piala FA dan Piala Carabao, gelandang serang asal Portugal itu tetap bertekad untuk membawa Setan Merah kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Manchester United sedang mencari pemain baru untuk memperkuat lini tengah, dan Eric Djemba-Djemba telah menjelaskan kepada GOAL mengapa bintang Brighton, Carlos Baleba, akan menjadi “rekrutan yang bagus” bagi Setan Merah. Seorang mantan gelandang yang pernah beraksi di lini tengah Old Trafford itu juga menjelaskan di mana rekan senegaranya asal Kamerun itu bisa meningkatkan permainannya, dengan Bruno Fernandes dijadikan sebagai panutan.
Musim sepak bola Eropa hampir berakhir. Tinggal tersisa satu pertandingan—final Liga Champions—di mana Arsenal dan Paris Saint-Germain bersiap untuk bertarung di Budapest pada hari Sabtu. Kedua tim memasuki pertandingan ini setelah berhasil meraih gelar juara liga domestik masing-masing; PSG berupaya mempertahankan gelar yang mereka raih untuk pertama kalinya musim lalu, sementara The Gunners bertekad untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, tampaknya telah mencatatkan namanya dalam buku sejarah Liga Premier pada laga penutup musim melawan Brighton. Namun, assist ke-21 yang menjadi tonggak sejarah baginya itu menuai kritik tajam dari seorang mantan kepala wasit yang mengklaim bahwa rekor tersebut tetap utuh.
Pep Guardiola secara eksplisit memperlihatkan cuplikan video Bruno Fernandes yang mengeluh kepada rekan-rekan setimnya di Manchester City untuk dengan jelas menunjukkan perilaku di lapangan yang tidak dapat ditoleransi. Saat sang manajer bersiap untuk hengkang setelah satu dekade yang bersejarah, tuntutan ketat akan persatuan ini menjelaskan budaya tim elit yang berhasil mengantarkan 20 trofi dan mencegah terjadinya gesekan yang merusak di dalam tim.
Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa ia “hampir saja” bergabung dengan Tottenham sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Manchester United pada tahun 2020. Pemain timnas Portugal itu juga menanggapi kritik terbaru dari Roy Keane saat tampil dalam sebuah podcast yang jujur dan terbuka.
Roy Keane semakin memanaskan perseteruan verbalnya dengan Bruno Fernandes dengan mengunggah pesan pedas di media sosial. Legenda Manchester United itu tampaknya menanggapi secara langsung pernyataan gelandang asal Portugal tersebut yang menuduhnya tidak jujur dalam menilai penampilan sang pemain belakangan ini.
Dan begitulah: musim Liga Premier yang lain telah berakhir. Ini adalah musim yang penuh drama di kedua ujung klasemen, dengan perebutan gelar juara dan pertarungan sengit untuk menghindari degradasi berlangsung hingga detik-detik terakhir, menghadirkan akhir yang menegangkan bagi para penggemar Arsenal, Manchester City, Tottenham, dan West Ham. Pada akhirnya, The Gunners lah yang merasakan kejayaan untuk pertama kalinya dalam 22 tahun yang panjang, sementara The Hammers harus menelan pil pahit degradasi di hari terakhir.
Nah, begitulah — musim Liga Premier 2025-26 telah berakhir. Arsenal menjadi juara, sementara West Ham terdegradasi bersama Wolves dan Burnley, sementara Tottenham berhasil bertahan di kasta tertinggi pada hari terakhir. Meskipun permainan sepak bolanya tidak selalu memukau, musim ini dipenuhi dengan lika-liku di kedua ujung klasemen, sehingga sulit untuk memprediksi hasil apa pun mengingat semakin ketatnya persaingan di antara tim-tim di kasta tertinggi Inggris.
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan bantahan tajam terhadap Roy Keane, dengan menuduh legenda klub tersebut "berbohong" dalam sebuah pernyataan keras yang disiarkan di televisi baru-baru ini. Perselisihan ini bermula dari kritik pedas Keane terhadap perilaku gelandang asal Portugal itu saat berusaha memecahkan rekor assist Liga Premier pada pekan-pekan terakhir musim ini.