Lionel Messi tak bisa menahan kesedihannya di MetLife Stadium saat upaya Argentina untuk meraih gelar juara dunia dua kali berturut-turut berakhir dengan kekalahan yang memilukan dari Spanyol pada babak perpanjangan waktu. Legenda berusia 39 tahun itu, yang tampil dalam Piala Dunia keenamnya, tak mampu menemukan motivasi yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim Spanyol yang dominan, dan punah menangis saat menyadari hasil pertandingan tersebut.
Pertandingan final Piala Dunia yang berlangsung sengit antara Spanyol dan Argentina berubah menjadi ricuh begitu peluit akhir dibunyikan dan memastikan La Roja sebagai juara. Beberapa pemain La Albiceleste mencoba berkonfrontasi dengan para pemain juara di lapangan. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, terpaksa bertindak sebagai penengah saat ia memisahkan beberapa insiden bentrokan di lapangan.
Final Piala Dunia akhirnya tiba, dan pertandingan puncak pada hari Minggu antara Spanyol dan Argentina di New Jersey dipastikan akan menjadi laga yang sangat memukau antara dua tim terbaik di turnamen ini — dengan penekanan yang sangat kuat pada kata 'tim'.
Lionel Scaloni menolak berspekulasi mengenai masa depan Lionel Messi di tim nasional menjelang final Piala Dunia Argentina melawan Spanyol. Pelatih Argentina itu menegaskan bahwa hanya sang kapten yang tahu apakah ia akan terus bermain setelah turnamen ini berakhir, di tengah semakin gencarnya spekulasi mengenai pensiunnya.
Lionel Scaloni memuji Lionel Messi sebagai pemain terhebat dalam sejarah sepak bola setelah Argentina lolos ke final Piala Dunia. Pelatih timnas Argentina itu mengajak para pendukung untuk menghargai karier luar biasa pemain berusia 39 tahun tersebut, saat juara dunia bertahan itu bersiap menghadapi Spanyol dalam pertandingan puncak pada hari Minggu.