Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
player-image

AlessandroBastoni

berita Alessandro Bastoni

Berita terbaru

FC Internazionale Milano v Arsenal FC - UEFA Champions League 2025/26 League Phase MD7

Aksi Memalukan Bastoni & Chivu Bikin Pelatih Legendaris Italia Kecewa Berat

Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, melontarkan kritik tajam kepada Alessandro Bastoni usai kontroversi di Derby d’Italia yang mempertemukan Inter Milan dan Juventus. Meski Inter menang 3-2 dan unggul delapan poin di puncak klasemen Serie A, insiden kartu merah Pierre Kalulu memicu perdebatan sengit soal sportivitas dan kepemimpinan Cristian Chivu.

Bastoni Kalulu La Penna Inter Juventus

Bintang Inter dituduh 'curang' oleh kepala wasit setelah kartu merah yang 'salah'

Bintang Inter Milan, Alessandro Bastoni, dituduh sebagai "penipu" setelah berperan besar dalam membuat pemain rival Juventus, Pierre Kalulu, mendapat kartu merah yang "jelas salah" dalam pertandingan Serie A yang dramatis di San Siro. Bianconeri menyelesaikan pertandingan tersebut dengan 10 pemain dan kalah dengan skor 3-2, dengan kepala wasit di Italia menyampaikan permohonan maaf kepada raksasa Turin.

Alessandro Bastoni

Juve dikritik keras karena 'berpura-pura menjadi korban' terkait kartu merah kontroversial melawan Inter.

Dampak dari Derby d'Italia yang penuh kontroversi pada Sabtu lalu terus mendominasi berita utama, setelah mantan presiden Inter, Massimo Moratti, menanggapi reaksi Juventus terhadap keputusan wasit yang kontroversial. Selama kemenangan Inter 3-2, bek Juventus Pierre Kalulu mendapat kartu kuning kedua setelah Alessandro Bastoni terjatuh akibat kontak ringan, momen yang memicu kemarahan dari raksasa Turin. Menanggapi kegaduhan tersebut, Moratti menyarankan bahwa rasa ketidakadilan Bianconeri mungkin sedikit tidak pada tempatnya mengingat konteks sejarah sepak bola Italia yang lebih luas.