Getty Images SportAksi Memalukan Bastoni & Chivu Di Laga Inter Milan Vs Juventus Bikin Pelatih Legendaris Italia Kecewa Berat
Kontroversi diving di Derby d'Italia
Pertandingan panas Derby d’Italia Minggu (15/2) kemarin meninggalkan polemik panjang meski Inter Milan berhasil mengamankan kemenangan penting 3-2 atas Juventus. Hasil tersebut membuat Nerazzurri kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin. Namun, sorotan justru tertuju pada insiden menjelang turun minum yang berujung kartu kuning kedua bagi bek Juve Pierre Kalulu.
Bek Inter Alessandro Bastoni dinilai melakukan simulasi alias diving saat terjatuh dalam duel minim kontak dengan Kalulu. Wasit Federico La Penna langsung mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu, membuat Bianconeri harus bermain dengan 10 orang. Keputusan itu dianggap sebagai momen krusial yang mengubah arah pertandingan. Fabio Capello, dalam kolomnya di Gazzetta dello Sport, menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan besar yang merusak jalannya laga. Ia juga kecewa pada aksi memalukan Bastoni dan sikap bos Inter Cristian Chivu yang membelanya.
GettyCapello pertanyakan integritas Bastoni
Capello, pelatih legendaris yang pernah menukangi AC Milan, Juventus, Real Madrid, hingga timnas Inggris, secara terbuka mengkritik sikap Bastoni yang dianggapnya tidak mencerminkan pemain berkelas internasional.
“Ada dua hal yang sangat mengganggu saya. Pertama: pemain seperti Bastoni, sosok penting tim nasional Italia, tidak boleh dan seharusnya tidak bertindak seperti itu,” tulis Capello. "Melihatnya menipu wasit dengan sebuah diving yang amat kentara sangat mengecewakan bagi para fans sepakbola, terutama karena dia sudah dikartu kuning sehingga berisiko mendapat kartu kuning kedua."
Bagi Capello, tindakan semacam itu merusak integritas sepakbola, apalagi terjadi dalam laga sebesar Derby d’Italia.
Sejak peluit akhir dibunyikan, Bastoni menjadi sasaran kritik keras, terutama dari sebagian pendukung Juventus. Bahkan, laporan menyebutkan ia menerima ancaman di media sosial. Meski Inter tetap memberikan dukungan penuh kepada pemainnya, Capello tetap berpendapat bahwa aksi tersebut tidak pantas dilakukan oleh pemain dengan pengalaman dan reputasi seperti Bastoni.
AFPKemunafikan Chivu
Pelatih Inter Cristian Chivu juga tak luput dari kritik Capello. Chivu membela Bastoni meski tayangan ulang terang-terangan menunjukkan ketiadaan kontak, dengan berkata pascalaga: "Dia pemain timnas, kalian tak bisa mempertanyakan apakah dia merasa ditinju di lengan atau dada. Ada sedikit sentuhan, dan saya mengajari para pemain untuk tak memaksa wasit mengambil keputusan."
Capello mpun menilai Chivu tidak konsisten dengan pernyataannya sebelum pertandingan, ketika ia mengatakan tak ingin membahas keputusan wasit.
“Hal kedua,” lanjut Capello, “saya mengenal Chivu dengan sangat baik sejak ia menjadi pemain saya di Roma, tetapi ucapannya setelah laga sangat mengecewakan, dan ia terkesan membenarkan insiden tersebut."
“Chivu juga mengganti Bastoni di paruh waktu karena tahu persis dia terancam [mendapat kartu kuning kedua] jika tetap di lapangan. Saya mengharapkan pernyataan dengan nada yang sangat berbeda, apalagi mengingat dia menang."
Selanjutnya buat Inter Milan & Juventus
Terlepas dari kontroversi, kemenangan atas Juventus memperkuat posisi Inter dalam perburuan gelar Serie A musim ini. Dengan keunggulan delapan poin, mereka berada di jalur yang menguntungkan, meski persaingan belum sepenuhnya berakhir dan Milan masih membayangi di peringkat kedua.
Bagi Juventus, kekalahan tipis tersebut dinilai Capello sebagai bagian dari proses yang positif. Ia menyebut Bianconeri berada di jalur yang tepat dan percaya hasilnya bisa berbeda jika keputusan wasit tidak merugikan mereka.
Kini kedua tim harus mengalihkan fokus ke kompetisi Eropa. Juventus dijadwalkan bertandang ke Istanbul menghadapi Galatasaray, sementara Inter akan melawat ke markas Bodo/Glimt dalam laga play-off fase gugur Liga Champions.
Iklan



