Antonio Conte Romelu Lukaku Lautaro Martinez Inter GFXGetty/Goal

Bom Waktu! Antonio Conte Cabut, Inter Milan Terancam Eksodus Massal

"Ini bukan lagi 'Pazza Inter' ['Crazy Inter']," Milan Skriniar dengan bangga mengatakan kepada Tuttosport pada April lalu. "Ini Inter-nya Conte."

Tapi sekarang tidak lagi.

Pada Rabu (26/5) malam, Inter mengonfirmasi bahwa kontrak Antonio Conte telah diputus atas kesepakatan bersama.

Hanya tiga hari setelah Nerazzurri mengangkat trofi Serie A, pelatih mereka pergi.

Ini mungkin tampak mengejutkan, namun sebenarnya sama sekali tidak mengejutkan.

Conte, tentu saja, memiliki sejarah berselisih dengan para petingginya di klub mana pun soal perekrutan pemain, namun yang sekarang kasusnya berbeda.

Kali ini bukan perselisihan tentang target transfer. Hanya perbedaan pandangan, karena Conte menolak menerima kenyataan harus menjual beberapa pemain kunci timnya yang meraih Scudetto demi menyeimbangkan finansial klub.

Pemain kunci di sini yang benar-benar menjadi andalan, bukan sekadar cadangan sehingga dampaknya besar. Selain memotong gaji sebesar 15-20 persen, pemilik Inter, Suning Group, memberi tahu Conte bahwa klub harus mengumpulkan dana keuntungan €90 juga pada bursa transfer musim panas ini.

Itu berarti nama-nama seperti Lautaro Martinez, Romelu Lukaku, Achraf Hakimi, Alessando Bastoni, Stefan De Vrij, Nicolo Barella dan Skriniar, semuanya berpotensi dijual.

Conte menerima beberapa kritik karena memilih untuk meninggalkan klub di tengah guncangan yang ada, dengan ikon Inter, Beppe Bergomi mengakui bahwa meski pun ia memahami rasa frustrasi sang pelatih, ia ingin melihatnya tetap memimpin klub kembali ke stabilitas alih-alih meninggalkannya seperti kapal karam.

"Ia kuat, bagus, sosok penentu, jadi saya ingin melihatnya untuk mempertahankan Inter di level tinggi terlepas dari semua kesulitan yang ada, karena mungkin hanya dirinya yang bisa melakukan itu," kata Bergomi kepada Sky Sport Italia.

Hanya saja, Conte, seorang pria yang sangat terobsesi dengan kemenangan, memandang Scudetto sebagai langkah pertama yang signifikan menuju dominasi global.

Apakah sikapnya terlalu ambisius? Mungkin saja. Tapi ingat, Suning juga punya target yang tak kalah megahnya.

Inter Serie A trophy 2020-21 GFXGetty/Goal

"Kami adalah Inter dan ingin menaklukkan dunia," kata presiden klub Steven Zhang pada jamuan makan malam Natal klub tahun 2019.

Suning menginvestasikan uang mereka seperti yang dijanjikan. Mereka menggelontorkan sekitar €600 juta bagi klub sejak proses akuisisi pada 2016 hingga musim panas 2020. Namun, Inter tidak membelanjakan dana satu sen pun selama bursa transfer Januari kemarin.

"Ini situasi yang aneh," kata Conte yang bingung kepada Rai Sport pada 2 Februari. "Tidak ada gunanya menyembunyikannya. Kami memiliki proyek tetapi dihentikan pada Agustus."

Dan sekarang Inter berada dalam bahaya kehancuran total. Memang, kepergian Conte akan bisa menimbulkan masalah besar bagi Nerazzurri.

Hubungannya yang erat dengan Lukaku sudah terjalin dengan baik dan benar adanya bahwa striker internasional Belgia itu adalah orang pertama yang merespons kepergian mentornya.

"Anda pada dasarnya mengubah saya sebagai pemain dan membuat saya lebih kuat secara mental dan yang lebih penting kita menang bersama!" tulis Lukaku di Instagram.

"Kemenangan adalah yang terpenting bagi Anda dan saya senang telah menjadikan Anda sebagai pelatih. Saya akan menjaga prinsip Anda selama sisa karier saya [persiapan fisik, mentalitas dan hanya dorongan untuk menang]. Senang bermain untuk Anda!"

"Terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan. Saya berutang banyak pada Anda..."

Hakimi, sementara itu, juga berulang kali menyatakan bahwa ia bergabung dengan Inter untuk bekerja dengan Conte dan ada beberapa pemain lain yang kini dekat dengan pelatih Italia itu.

Pelatih datang dan pergi di klub, tentu saja. Itulah sifat alami sepakbola, terutama di Italia.

Tapi fans Nerazzurri sekarang akan sangat prihatin dengan fakta bahwa Lautaro dan Bastoni tidak akan menerima kontrak baru musim panas ini. Sebaliknya, mereka akan diminta untuk melakukan pemotongan gaji.

Dengan kepergian Conte, dan setidaknya beberapa pemain top kemungkinan akan mengikutinya, sulit untuk melihat mereka yang masih muda menjadi incaran banyak klub bisa tetap bertahan dan menunggu apa yang terjadi pada klub selanjutnya.

Eksodus massal sekarang menjadi kemungkinan yang sangat masuk akal untuk terjadi, dan ini murni kesalahan Inter.

Ada simpati untuk Suning, yang sebenarnya sudah menunjukkan kapasitas mereka sebagai pemilik. Tidak ada yang bisa meramalkan krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandmi COVID-19.

Namun, CEO Beppe Marotta tidak membodohi siapa pun ketika ia berdebat di Sky Sport Italia bahwa situasi Inter "bukanlah kesalahan siapa pun".

"Ada efek bencana yang disebabkan pandemi ini di seluruh dunia sepakbola," bantahnya. "Klub menginvestasikan ratusan juta selama beberapa tahun terakhir, tetapi ini adalah pandemi global dan tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mengatasinya."

Mereka bisa saja mencoba hidup sesuai kemampuan mereka. Seperti setiap klub elite lainnya sekarang yang menghadapi masalah likuiditas serius, Inter terlampau banyak mengalokasikan uang untuk gaji para pemain dan kini membuat diri mereka berada dalam posisi yang rentan.

Suning bahkan harus mengambil pinjaman €275 juta dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS) Oaktree Capital hanya untuk menutupi biasa operasional mereka, yang semakin menambah rasa frustrasi fans bertanya-tanya mengapa Suning tidak langsung menjual klub ketika menerima tawaran pada awal tahun ini.

"Zhang, ambillah bagian dari tanggung jawab Anda," bunyi salah satu spanduk yang dibentangkan oleh ultras Inter dengan nada amarah awal pekan ini.

Suning mungkin telah berkomitmen penuh untuk mengubah Inter menjadi salah satu klub terbaik di dunia, tetapi kenyataan pahit yang dingin adalah bahwa mereka membuat kesalahan yang sama seperti kebanyakan pemilik klub lainnya. Seperti yang diakui Marotta sendiri, "model sepakbola saat ini tidak sustainable".

Tapi itu sama rapuhnya sebelum pandemi, dan yang jelas sekarang adalah bahwa Inter menghabiskan banyak uang dalam upaya mereka untuk meruntuhkan dominasi Juventus sebagai tim teratas di Serie A.

Sayangnya bagi mereka, mereka sekarang harus membayar mahal untuk kecerobohan mereka, dengan wakil presiden Javier Zanetti baru-baru ini mengakui di Sky bahwa "perlu beberapa tahun" bagi Inter untuk pulih.

Seluruh klub sekali lagi diselimuti ketidakpastian. Tidak ada yang tahu siapa yang akan pergi selanjutnya.

Yang kita tahu pastinya adalah bahwa Conte telah pergi dan Pazza Inter kembali.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0