Suasana di kubu tim nasional Malaysia kini diselimuti ketegangan jelang laga krusial melawan Vietnam. Di tengah bayang-bayang sanksi FIFA dan skandal dokumen yang melibatkan tujuh pemain keturunan, skuad Harimau Malaya memilih melakukan boikot media. Keputusan ini memicu amarah legenda sepakbola Jamal Nasir, yang menganggap tindakan manajemen tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap dukungan tanpa henti dari para penggemar setia.
Pelaksana tugas (Plt) presiden FAM Datuk Mohd Yusoff Mahadi keputusan akan segera diambil tanpa menunggu putusan CAS mengenai banding Malaysia terhadap sanksi FIFA.
Ranking FIFA terbaru resmi dirilis pada 22 Desember 2025. Timnas Indonesia bergeming sejak merosot di bulan Oktober, tetapi Malaysia dan Vietnam menunjukkan perubahan paling signifikan di seluruh dunia. Spanyol masih merajai puncak tabel, dengan tak ada perubahan berarti di papan atas.
Indonesia menjadi satu-satunya tim lima besar Asia Tenggara yang mengalami penurunan di saat sejumlah rival mengalami peningkatan posisi dalam ranking FIFA terbaru.
Menteri Hannah Yeoh desak FAM untuk tidak tinggal diam terkait sanksi FIFA. Ia sebut temuan induk sepakbola dunia tersebut sangat serius & merusak citra negara.
Dampak sanksi FIFA terhadap pemain warisan Malaysia mulai terasa di Eropa. Klub LaLiga Deportivo Alaves secara resmi mencoret Facundo Garces dari skuad mereka untuk laga melawan RCD Mallorca. Klub Spanyol itu menghormati praduga tak bersalah sang pemain.
Di tengah polemik sanksi FIFA terhadap FAM dan tujuh pemain, legenda timnas Malaysia Safee Sali angkat bicara. Ia mengkritik reaksi berlebihan dari para penggemar dan menyerukan persatuan untuk mendukung Harimau Malaya, alih-alih saling menyalahkan saat negara sedang dituduh.
Salah satu dari tujuh pemain warisan Harimau Malaya yang disanksi FIFA, Rodrigo Julián Holgado, akan mengajukan banding pribadi atas skorsing 12 bulannya. Klubnya, America de Cali, memberikan dukungan penuh dan akan berkoordinasi dengan FAM dalam proses banding.
FIFA menjatuhkan denda Rp7,3 miliar kepada FAM dan skorsing 12 bulan untuk tujuh pemain warisan atas dugaan pemalsuan dokumen. Tunku Mahkota Johor (TMJ) merespons keras, mempertanyakan keputusan FIFA yang sebelumnya telah meluluskan para pemain tersebut dan menuding ada intervensi pihak luar.