Dunia sepakbola Malaysia diguncang oleh pengungkapan fakta yang sangat mengejutkan dan memalukan dari FIFA. Badan sepakbola dunia tersebut secara resmi menolak banding yang diajukan oleh Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM) terkait sanksi atas penggunaan dokumen palsu dalam proses naturalisasi tujuh pemain 'warisan'. Penolakan ini disertai dengan rincian bukti yang telanjang dan memberatkan.
Dokumen keputusan Komite Banding FIFA mengungkap serangkaian kebohongan sistematis yang dilakukan dalam proses administrasi. Salah satu temuan yang paling menggelikan sekaligus fatal adalah klaim bahwa para pemain tersebut telah lulus tes Bahasa Malaysia sebagai syarat kewarganegaraan, padahal di hadapan panel FIFA, mereka mengakui sama sekali tidak bisa berbicara bahasa tersebut.
Kasus ini tidak hanya menyeret nama baik federasi, tetapi juga melibatkan manipulasi dokumen negara yang sangat serius. FIFA menemukan bukti fisik bagaimana akta kelahiran diubah secara kasar, lokasi kelahiran diganti, hingga kesalahan ejaan nama kota yang fatal.
Sekretaris Jenderal FAM bahkan telah membuat pengakuan tertulis mengenai adanya "penyesuaian administratif" yang dilakukan oleh stafnya. Skandal ini kini memasuki babak baru yang lebih gelap dengan FIFA meluncurkan investigasi independen terhadap individu-individu yang terlibat.
