Bintang Real Madrid Brahim Diaz berkata "jiwa saya sakit" setelah gagal mengeksekusi penalti krusial saat Maroko kalah dari Senegal di final Piala Afrika 2025. Diaz menjadi pusat drama di menit-menit akhir partai puncak tersebut, ketika tendangan Panenka-nya dengan mudah diamankan Edouard Mendy. Di tengah refleksi atas kekalahan 1-0 itu, PSSI-nya Maroko dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul aksi walk-off Senegal sebelum penalti dieksekusi.
Juara Piala Afrika Senegal dan runner-up Maroko termasuk di antara negara yang mengalami peningkatan performa signifikan, termasuk sedikit perubahan di sepuluh besar.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah mengonfirmasi tindakan disipliner terhadap Senegal setelah kemenangan dramatis mereka di Piala Afrika. Tim Lions of Teranga melakukan aksi keluar lapangan yang kontroversial sebagai protes terhadap penalti terlambat untuk Maroko, yang menunda akhir pertandingan final selama 14 menit. Meskipun kembali untuk menang, badan pengelola dan presiden FIFA Gianni Infantino mengecam adegan yang "tidak dapat diterima" di Rabat.
Senegal meraih trofi Piala Afrika kedua usai menaklukkan Maroko pada final edisi 2025. Namun, Mesir masih menjadi negara dengan koleksi trofi Piala Afrika terbanyak sepanjang sejarah.
Duel antara finalis Piala Afrika 2025, Senegal dan Maroko, menyajikan drama sepakbola murni kepada dunia, mulai dari penalti kontroversial hingga protes dan gol penentu di menit akhir.
Manchester United dikabarkan mengajukan keluhan kepada FIFA setelah PSSI-nya Maroko menolak mengizinkan Noussair Mazraoui bermain dalam laga Liga Inggris melawan Bournemouth. Setan Merah meyakini sang bek seharusnya masih memenuhi syarat bermain berdasarkan ketentuan pelepasan pemain untuk Piala Afrika (AFCON), mengingat periode wajib pelepasan baru dimulai pada 15 Desember—hari yang bertepatan dengan laga kontra Bournemouth tersebut.