Maurits Linders

Finance & football expert
Artikel oleh Maurits Linders
  1. Saat musik berhenti: Bagaimana Suning kehilangan kendali atas Inter

    Cari tahu bagaimana ketidakstabilan finansial dan tekanan ekonomi domestik membuat konglomerat China, Suning, kehilangan kendali atas Inter Milan. Menghadapi utang yang terus menumpuk, pemilik klub mendapatkan pinjaman dana talangan berbunga tinggi senilai €275 juta dari Oaktree Capital untuk menjaga klub tetap bertahan. Ketika penjualan senilai €1 miliar gagal terwujud sebelum tenggat waktu, perjudian utang bermasalah ini pada akhirnya menyerahkan kepemilikan klub sepak bola ikonik tersebut kepada pihak pemberi pinjaman.

  2. Mesin utang Inter Milan: Obligasi dan rekayasa finansial

    Bagaimana Inter Milan menjadi mesin utang yang canggih? Dari penerbitan obligasi senilai €300 juta pada 2017 yang dijamin oleh hak siar dan sponsor di masa depan, hingga pembiayaan ulang dengan suku bunga yang lebih tinggi pada 2022, klub ini sukses di lapangan sambil “menjual masa depan” untuk membiayai hari ini.

  3. Menang dengan segala cara: Bagaimana Inter di bawah kepemimpinan Suning mengejar kejayaan dengan dana miliaran yang tidak berkelanjutan

    Bagaimana pemilik asal Tiongkok, Suning, berhasil mengubah Inter menjadi juara Serie A dan finalis Liga Champions berkat belanja besar-besaran — namun akhirnya utang yang terus menumpuk, kerugian akibat pandemi COVID-19, dan kegagalan kerja sama sponsor memaksa klub tersebut diserahkan kepada Oaktree. Sebuah analisis keuangan yang wajib dibaca mengenai kesuksesan tanpa keberlanjutan.