
Rangkuman
Dihasilkan olehInter menghadapi masa sosta internasional dengan posisi yang cukup kuat di puncak Serie A, namun sejumlah kekhawatiran serius mulai muncul ke permukaan. Hasil imbang 2-2 melawan Roma di Stadio Olimpico membuat nerazzurri berbagi posisi pertama bersama Roma dan Lazio, masing-masing mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan. Produktivitas menyerang Inter memang tidak perlu diragukan, dengan 15 gol dari lima laga atau rata-rata tiga gol per pertandingan, tetapi sisi pertahanan justru menjadi batu sandungan.
Pelatih Cristian Chivu mengakui masalah ini serius. Sejak awal musim, Inter telah kebobolan cukup banyak, dan Chivu menjadikan perbaikan fase defensif sebagai prioritas utama selama masa jeda. Absennya beberapa pemain kunci seperti Calhanoglu, Dimarco, Stones, dan Spence turut memperburuk kondisi lini belakang, meski Djed Spence kini dilaporkan semakin dekat dengan kebugaran penuh setelah menjalani pemulihan di Appiano Gentile.
Di luar lapangan, ketidakpastian seputar masa depan Hakan Calhanoglu semakin mengemuka. Kontrak gelandang andalan asal Turki itu berakhir Juni 2027, namun perpanjangan kontrak belum kunjung ditandatangani. Situasi ini mendorong Inter melirik opsi baru di lini tengah, termasuk nama Alessandro Romano yang belakangan menarik perhatian banyak klub besar Italia. Jeda internasional ini menjadi momen krusial bagi Inter untuk membenahi diri sebelum kembali bersaing di Serie A dan Liga Champions.






