
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
18+ | Konten Komersial | S&K Berlaku | Bermainlah dengan Bertanggung Jawab | Prinsip-prinsip PenerbitanRangkuman
Dihasilkan olehJuventus akhirnya menemukan kembali kemenangan di saat yang paling dibutuhkan. Kemenangan 2-0 atas Napoli di Allianz Stadium memberi napas segar bagi Luciano Spalletti dan timnya, yang sebelumnya tertekan hebat akibat hasil buruk beruntun, termasuk kekalahan memalukan 0-2 di kandang Genoa. Tiga poin ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa Spalletti masih punya kendali atas situasi yang sempat nyaris lepas dari tangannya.
Sebelum laga, tekanan terhadap Spalletti sudah sangat besar. Para suporter menggelar protes di luar stadion, menuntut perubahan, sementara nama Antonio Conte terus dihubungkan dengan kursi pelatih bianconeri. Spalletti memilih jalur ritiro untuk mempersiapkan tim, dan keputusan itu terbayar. Ia juga mengubah formasi ke 4-2-3-1, meninggalkan skema tiga bek yang gagal menghasilkan performa meyakinkan.
Kerim Alajbegovic tampil sebagai pahlawan malam itu, mencetak gol pembuka yang indah sebelum Boga memastikan kemenangan di menit akhir. Performa Alajbegovic membuka pertanyaan serius mengapa pemain muda berbakat itu tidak selalu mendapat tempat di tim utama.
Dari sisi skuat, Juventus masih dihantui daftar absen panjang. Jeff Ekhator baru saja kembali berlatih bersama tim setelah cedera panjang, sementara Francisco Conceicao kini menghadapi skorsing tiga laga bersama timnas Portugal. Tantangan berikutnya datang dari kompetisi Eropa, saat Juventus bertandang ke markas AZ Alkmaar pada 5 November dalam laga Europa League.






