Masalah rasisme yang kerap terjadi di sepakbola membuat Danny Rose muak. Bek Tottenham Hotspur itu bahkan tak sabar untuk segera pensiun.
Rose, 28, menjadi target rasisme dari suporter saat ia membawa Inggris menang 5-1 di markas Montenegro dalam kualifikasi Euro pada bulan ini, dengan UEFA lantas mendenda tim tuan rumah.
Pada pertengahan pekan ini, penyerang Juventus Moise Kean juga mengalami hal serupa ketika membawa timnya menang 2-0 atas Cagliari, namun secara mengejutkan bek Leonardo Bonucci justru menyebut kesalahan adalah 50:50 di kedua kubu.
Masalah yang terus berulang ini diakui Rose memiliki dampak pada dirinya dan ia pun ingin segera gantung sepatu.
“Saya sudah muak,” kata Rose dikutip dari The Independent. “Saat ini menyoal bagaimana saya memprogram diri saya, saya hanya berpikir: ‘Saya masih punya lima atau enam tahun tersisa di sepakbola dan saya tak sabar untuk mengakhirinya’. Dengan melihat bagaimana upaya yang telah dilakukan sampai saat ini… itu… apa-apaan? Saya ingin keluar dari situasi ini.
“Itulah yang saya rasakan. Saya merasa saya masih punya empat, lima atau enam tahun tersisa dan sekarang saya hanya ingin menikmati sepakbola sebanyak mungkin [sebelum pensiun]. Ada begitu banyak politik dan hal-hal lain di sepakbola. Dan saya tak sabar untuk segera mengakhirinya, jika boleh jujur.”
Mengenai hukuman menyangkut rasisme sejauh ini, Rose menambahkan: “Tentu saja itu sedikit menyedihkan. Ketika suatu negara hanya mendapatkan denda berupa uang yang jumlahnya mungkin jauh lebih sedikit dari yang saya keluarkan ketika bepergian di London, apa yang bisa Anda harapkan? Hukumannya saja tidak seberat yang Anda harapkan.
“Padahal Anda melihat manajer saya [Mauricio Pochettino] menerima sanksi dua kali larangan mendampingi tim hanya karena mengonfrontasi wasit Mike Dean di Burnley. Namun sebuah negara hanya mendapatkan hukuman denda yang sedikit karena ulah rasis suporternya. Itu sungguh mengherankan. Jadi itulah situasi sepakbola kita saat ini dan sampai hukuman berat itu belum diterapkan, tidak ada banyak hal yang bisa kita harapkan.”




