Cesc Fabregas melontarkan pujian kepada para pemainnya di Como, menyebut mereka sebagai kelompok pemain terbaik yang pernah ia latih, setelah klub tersebut berhasil meraih tiket ke Liga Champions secara bersejarah. Gelandang yang pernah membela Arsenal dan Chelsea ini membawa timnya finis di empat besar Serie A, menandai perjalanan luar biasa dari divisi kedua menuju kompetisi elit Eropa hanya dalam waktu dua tahun.
Akhir pekan ini, situasi bola mati menjadi penentu utama, yang menentukan apakah sebuah tim akan berlaga di Liga Champions atau justru gagal lolos ke turnamen klub paling bergengsi tersebut.
Cesc Fabregas telah menorehkan namanya dalam sejarah Como setelah membawa klub tersebut meraih tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada hari terakhir Serie A yang penuh drama. Sementara klub asal tepi danau itu merayakan petualangan Eropa yang belum pernah terjadi sebelumnya, Jamie Vardy dan Cremonese harus terpaksa terdegradasi setelah menelan kekalahan telak 4-1.
Kembalinya Cesc Fabregas ke Chelsea menjadi bahan spekulasi setelah penampilannya yang mengesankan sebagai pelatih kepala di Como, namun sang juara Piala Dunia itu mungkin membutuhkan klub perantara di Liga Premier sebelum bergabung dengan Stamford Bridge, dan Clinton Morrison mengatakan kepada GOAL bahwa “Crystal Palace bisa menjadi pilihan itu”. The Eagles, sama seperti The Blues, akan mencari manajer baru pada musim panas ini.