Berita Live Scores
Fitur & Opini

DAFTAR JUARA Liga Indonesia (1994-2019)

19.00 WIB 13/05/20
Rezaldi Hehanusa Persija Juara Liga 1 2018
Kompetisi Indonesia dilebur sejak 1994, setelah sebelumnya terdapat dua kompetisi.

Sepakbola sudah hidup sejak lama di Indonesia, dan kompetisi baru benar-benar diselenggarakan pada 1931 dengan tema Perserikatan. Kala itu, tujuh klub menginisiasi kompetisi tersebut, sekaligus membentuk PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia), di Yogyakarta.

Mereka antara lain PSIM Yogyakarta, VIJ Jakarta yang kini menjadi Persija, BIVB Bandung (Persib), IVBM Magelang atau PPSM Magelang, MVB Madiun (PSM Madiun), Persebaya yang dulu bernama SIVB, dan VVB Solo (kini Persis).

Pada edisi pertama Perserikatan yang masih berstatus amatir, VIJ berhasil keluar menjadi pemenang dan berhasil menjadi pengoleksi gelar terbanyak, dengan menjadi juara dalam sembilan edisi Perserikatan.

Kompetisi Indonesia pun selalu mengalami perubahan nama, dari mulai bertajuk Kejurnas PSSI, Divisi Utama, hingga akhirnya Perserikatan dan Galatama (yang mulai digelar 1979) dilebur menjadi satu, menjadi Liga Indonesia, pada 1994.

Perubahan zaman, penyesuaian dan turbulensi sepakbola Indonesia membuat kompetisi juga berulang kali berubah tajuk. Divisi Utama sebagai Liga Indonesia bertahan hingga 2007, karena musim berikutnya lahir Indonesia Super League (ISL).

Dualisme sempat melahirkan Liga Primer Indonesia (IPL), dan sepakbola Tanah Air kembali 'berdamai' ada 2014, hingga setahun berselang konflik kembali hadir dari Kemenpora yang berujung pembekuan dari FIFA, dan akhirnya era baru kembali lahir pada 2017, dengan nama Liga 1 di kasta teratas, Liga 2 di kasta kedua.

Jika dirunut sejak 1931, maka pengoleksi gelar terbanyak adalah Persija, dengan sebelas titel. Disusul oleh Persebaya Surabaya dengan delapan gelar, lalu Persib Bandung bersama Persis Solo, yang sama-sama mengoleksi tujuh gelar.

DAFTAR JUARA LIGA 1 / DAFTAR JUARA LIGA INDONESIA

MUSIM JUARA RUNNER-UP TOPSKORER JUMLAH GOL
1994/95 Persib Bandung Petrokimia Putra Peri Sandria 34
1995/96 Bandung Raya PSM Makassar Dejan Gluscevic 30
1996/97 Persebaya Surabaya Bandung Raya Jacksen Tiago 26
1998/99 PSIS Semarang Persebaya Surabaya Alain Mabenda 11
1999/00 PSM Makassar PKT Bontang Bambang Pamungkas 24
2001 Persija Jakarta PSM Makassar Baco Sadissou 22
2002 Petrokimia Putra Persita Tangerang Ilham Jayakesuma 26
2003 Persik Kediri PSM Makassar Oscar Aravena 31
2004 Persebaya Surabaya PSM Makassar Ilham Jayakesuma 22
2005 Persipura Jayapura Persija Jakarta Cristian Gonzales 25
2006 Persik Kediri PSIS Semarang Cristian Gonzales 29
2007 Sriwijaya FC PSMS Medan Cristian Gonzales 32
2008/09 Persipura Jayapura Persiwa Wamena Cristian Gonzales & Boaz Solossa 28
2009/10 Arema Persipura Jayapura Aldo Barreto 19
2010/11 Persipura Jayapura Arema Boaz Solossa 26
2011/2012* Sriwijaya FC Persipura Jayapura Alberto Goncalves 25
2011/2012* Semen Padang Persebaya Surabaya Ferdinand Sinaga 16
2013 Persipura Jayapura Arema Boaz Solossa 23
2014 Persib Bandung Persipura Jayapura Emmanuel Kenmogne 25
2017 Bhayangkara FC Bali United Sylvano Comvalius 37
2018 Persija Jakarta PSM Makassar Aleksandar Rakic 21
2019 Bali United Persebaya Surabaya Marko Simic 28

Juara Terbanyak Liga Indonesia, & Apa Saja Yang Terjadi Selama Liga Indonesia Bergulir

Jika dirunut sejak 1994, atau ketika kompetisi Indonesia telah memasuki babak liga, maka tidak ada tim yang benar-benar dominan selalu menjadi raja klasemen. Persipura Jayapura boleh dibilang yang terbaik, karena menjadi juara pada empat edisi.

Sementara tim-tim lain yang sanggup meraih gelar kampiun lebih dari sekali antara lain Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya. Sriwijaya FC sebenarnya dua kali jadi raja klasemen, namun pada 2011/12, Indonesia Super League tempat mereka bermain tak dianggap sebagai kompetisi resmi.

Musim tersebut memang menjadi tahun kelam karena muncul kompetisi breakaway, hingga akhirnya Liga Primer Indonesia diberi status sebagai kompetisi yang diakui karena dualisme. Semen Padang menjadi juara edisi tersebut.

Di tengah jalan musim 2013, turbulensi kembali terjadi dan ISL malah kembali dijadikan sebagai kompetisi yang diakui. Barulah pada 2014, terjadi unifikasi liga setelah keadaan mulai membaik dan Persib mampu menyudahi dahaga gelar mereka di musim tersebut, di mana ISL dibagi dengan format dua wilayah.

Masa kelam kompetisi Indonesia yang terjadi pada 2015 bukan kali pertama. Sebagai pengingat, 2015 kompetisi tidak bisa dijalankan karena sanksi FIFA, namun pada 1997/98 kompetisi juga tidak bisa diselesaikan karena Indonesia sedang menghadapi masalah politik, yang membuat tidak kondusif.

{ "@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage", "mainEntity": { "@type": "Question", "name": "Juara Terbanyak Liga Indonesia, & Apa Saja Yang Terjadi Selama Liga Indonesia Bergulir", "acceptedAnswer": { "@type": "Answer", "text": "Jika dirunut sejak 1994, atau ketika kompetisi Indonesia telah memasuki babak liga, maka tidak ada tim yang benar-benar dominan selalu menjadi raja klasemen. Persipura Jayapura boleh dibilang yang terbaik, karena menjadi juara pada empat edisi.Sementara tim-tim lain yang sanggup meraih gelar kampiun lebih dari sekali antara lain Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya. Sriwijaya FC sebenarnya dua kali jadi raja klasemen, namun pada 2011/12, Indonesia Super League tempat mereka bermain tak dianggap sebagai kompetisi resmi.Musim tersebut memang menjadi tahun kelam karena muncul kompetisi breakaway, hingga akhirnya Liga Primer Indonesia diberi status sebagai kompetisi yang diakui karena dualisme. Semen Padang menjadi juara edisi tersebut.Di tengah jalan musim 2013, turbulensi kembali terjadi dan ISL malah kembali dijadikan sebagai kompetisi yang diakui. Barulah pada 2014, terjadi unifikasi liga setelah keadaan mulai membaik dan Persib mampu menyudahi dahaga gelar mereka di musim tersebut, di mana ISL dibagi dengan format dua wilayah.Masa kelam kompetisi Indonesia yang terjadi pada 2015 bukan kali pertama. Sebagai pengingat, 2015 kompetisi tidak bisa dijalankan karena sanksi FIFA, namun pada 1997/98 kompetisi juga tidak bisa diselesaikan karena Indonesia sedang menghadapi masalah politik, yang membuat tidak kondusif." } }}

Daftar lengkap juara liga-liga top Eropa

Daftar juara Piala Eropa / Liga Champions Daftar juara Liga Europa / Piala Uefa  Daftar juara Piala Super Eropa
Daftar juara Liga Italia Daftar juara Coppa Italia Daftar juara Piala Super Italia
Daftar juara Liga Inggris Daftar juara Piala FA Daftar juara Piala Liga Inggris
Daftar juara Liga Spanyol Daftar juara Copa del Rey Daftar juara Piala Super Spanyol 
Daftar juara Liga Prancis Daftar Juara Coupe de France Daftar juara Coupe de la Ligue
Daftar juara Liga Belanda Daftar Juara Community Shield Daftar juara Piala Dunia U-17
Daftar juara Liga Indonesia / Liga 1  Daftar juara Piala Indonesia Daftar juara Piala Asia U-19
Daftar juara Liga Jerman Daftar juara DFB Pokal Daftar juara Piala Asia U-16
Daftar juara Piala Asia Daftar juara Piala AFF Daftar juara Liga Champions Asia
Daftar juara Piala Dunia Daftar juara Piala Dunia Antarklub Daftar juara Piala Dunia Wanita
Daftar juara Copa America Daftar juara Euro Daftar juara Piala Afrika