Manchester City terus menunjukkan dominasi mereka dalam beberapa tahun terakhir dan musim ini masih berpeluang meraih quadruple.
Ya, The Citizens menjadi satu-satunya klub Inggris dalam sisa kampanye musim 2018/19 yang masih bisa memenangkan Liga Primer, Liga Champions dan Piala FA, setelah terlebih dahulu mengamankan Piala Liga.
Namun, penampilan atraktif mereka tetap sulit untuk memikat fans agar hadir memenuhi Etihad Stadium, terutama untuk deretan laga yang tak melibatkan sesama tim besar.
Sejumlah bangku penonton stadion tampak kosong saat mereka menang 2-0 atas Cardiff City pada tengah pekan, padahal partai itu krusial yang menandai persaingan dengan Liverpool untuk memperebutkan titel Liga Primer musim ini.
City juga kesulitan menjual tiket untuk laga kontra Brighton and Hove Albion di semi-final Piala FA, Sabtu (6/4) malam WIB di Wembley. Baru 5,000 tiket terjual dari alokasi 35,000 untuk fans mereka.
Mendapat pertanyaan dari awal media soal minimnya kehadiran fans di stadion, manajer Pep Guardiola pun kesulitan untuk memberikan jawaban pasti.
"Saya tidak tahu alasannya [sulit menjual tiket]. Mungkin klub bisa menjawabnya lebih baik ketimbang saya," ujar Guardiola dalam jumpa pers.
"Ketika mereka [fans] bisa pergi, mereka pergi, ketika mereka tidak pergi, mereka tidak akan pergi. Saya tidak tahu mengapa."
Sebenarnya, secara statistik, rata-rata jumlah penonton kandang City mencapai 54,087 per laga atau tertinggi keempat secara keseluruhan. Jumlah itu hanya kalah dari rival sekota mereka, Manchester United di urutan pertama (74,505), Arsenal (59,893) dan West Ham United (58,144).



