Pertobatan Alberto Moreno, Berkah Untuk Liverpool

Komentar()
Untuk pertama kalinya dalam empat tahun, akhirnya Moreno tak lupa cara bertahan dan perubahan ini sangat menguntungkan Liverpool.


OLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter

Alberto Moreno selalu menjadi sasaran kemarahan fans Liverpool setiap kali lawan mencetak gol. Betapa tidak, bek kiri Spanyol itu kerap kali meninggalkan pos penjagaannya ketika membantu serangan dan terlambat mengantisipasi serangan balik. Respons yang lamban itu menjadikan Moreno titik lemah yang diincar oleh setiap lawan – termasuk Sevilla di final Liga Europa 2016.

Tidak heran, Jurgen Klopp lebih sering mempercayakan posisi bek kiri pada James Milner musim lalu. Wakil kapten Liverpool itu bisa bermain di berbagai posisi dan ternyata cukup rapi menjaga keamanan sektor kiri. Daya kerja plus stamina tinggi pun memberi bantuan pada skema gegenpressing yang mengandalkan tekanan tinggi plus variasi serangan.

Walau percobaan Milner berhasil, Klopp secara mengejutkan kembali mengandalkan Moreno di sektor kiri pertahanan. Keputusan sang manajer sempat mengundang banyak kritik, tapi ternyata statistik mengatakan sebaliknya. Moreno telah bertobat, kembali ke jalan yang benar, dengan mengutamakan pertahanan – dan ini memberi ruang baru pada skema The Reds.

Philippe Coutinho Mohamed Salah Liverpool

Moreno Kembali ke Jalan yang Benar

Sebagai bek kiri, Moreno kerap kali membuat para fans ketar-ketir karena kemampuan bertahannya yang kacau. Antisipasi yang lamban adalah satu hal, tetapi akurasinya dalam tekel dan sapuan pun layak dipertanyakan. Tekel Moreno kadang lebih menguntungkan lawan daripada mengamankan gawang Simon Mignolet.

Musim lalu, dari total 12 pertandingan yang dilakoninya di Liga Primer Inggris, Moreno hanya mencatatkan 1,64 tekel sukses per laga dan 0,55 intersepsi per laga. Ironisnya lagi, bintang Spanyol itu tak pernah melakukan blokir sukses dan total kemenangan duel udaranya cuma 33,3 persen. Angka tersebut tentu sangatlah buruk bagi pemain yang punya tugas bertahan.

Bayangkan jika rerata tekel sukses ada di bawah dua, sementara akurasinya kurang dari 20 persen. Bisa dikata, ia gagal melakukan delapan tekel per laga dan hanya satu yang berhasil. Butuh waktu lama bagi pemain untuk bangkit dari tekel dan ketika tekel itu gagal, hampir bisa dipastikan lawan sudah akan meninggalkan si penekel dua hingga tiga meter – ruang lebar tercipta.

GFX ID - Alberto Moreno

Kendati statistik pertahanan Moreno sungguh mengenaskan, pencadangan di sebagian besar laga Liverpool tampaknya jadi terapi yang berarti untuknya. Klopp memberinya kepercayaan lagi musim ini dan Moreno membalas itu dengan positif. Setiap statistik buruknya diputar balik hanya dalam enam pertandingan awal musim ini – Moreno mungkin jadi salah satu hal positif dari pertahanan The Reds musim ini.

Simak statistik di bawah ini!

(Stats per 90 menit)

2017/18

2016/17

Tekel sukses

2,17

1,64

Intersepsi

0,83

0,55

Blok

0,33

0

Umpan Kunci

1,5

1,09

Duel Udara (%)

58,82

33,33

Rasa Aman di Lini Belakang

Pertobatan Moreno ini secara tak langsung telah memberi rasa aman pada pertahanan Liverpool di sektor kiri. Berbeda dengan musim lalu, di mana para gelandang selalu waspada ketika bola mengarah ke sektor kiri, kini Emre Can dkk tak perlu menempuh jarak jauh untuk menutup gerak lawan yang melewati Moreno. Para gelandang kini fokus menjadi jembatan di lini tengah dan mencegah kotak penalti dijebol dari tengah.

 Agak ironis memang, saat performa Moreno membaik, duet bek tengah mengalami miskoordinasi yang kronis. Para lawan Liverpool kian jarang mencetak gol yang berawal dari umpan silang di sektor kiri. Kini, The Reds lebih sering kebobolan dari bagian tengah – bola atau umpan sederhana sering luput dari sapuan Lovren sehingga gol konyol tercipta berkali-kali ke gawang Simon Mignolet atau Loris Karius.

Back four yang dulu mengkhawatirkan, kini hanya menyisakan tiga kelemahan. Moreno telah bertobat tanpa mengurangi perannya dalam menyerang. Dengan kehadiran Sadio Mane di sektor kiri, peran sang bek bahkan kian penting dalam menghujani gawang lawan. Total umpan kunci yang dicatatkannya ikut meningkat, namun hal yang paling layak dipuji adalah kebijaksanaan untuk taat bertahan.

Alberto Moreno & Jurgen Klopp

Kembalinya Moreno dan datangnya Andrew Robertson berujung pada kembalinya James Milner ke lini tengah. Walau semula diperkirakan tak terlalu berdampak, ternyata pengaruh Milner cukup signifikan seperti saat kemenangan telak 7-0 atas Maribor. Sementara Jordan Henderson belum menemukan performa terbaiknya, Milner naik sebagai solusi tepat untuk menjaga keseimbangan lini belakang.

Akurasi umpan Milner memang tak seistimewa Henderson, tetapi enerji yang diberikan tak kalah besar. Performa positif ini mendorong Emre Can dan Georginio Wijnaldum untuk naik menyambut bola di depan kotak penalti, tanpa perlu khawatir bakal tertangkap serangan balik. Peningkatan Moreno ternyata tak sekadar berdampak pada lini belakang saja.

What Next?

Walau Moreno mengalami kemajuan dalam enam laga awal, layak dipantau konsistensi pemain Spanyol itu. Jika mampu mempertahankan performanya, Moreno bisa saja dipertimbangkan untuk membela La Roja di Piala Dunia 2018. Jalan masih panjang, lagipula pertahanan Liverpool masih ditambal sulam di sana-sini. Namun perlu digarisbawahi, pertobatan Moreno menjadi senjata tambahan untuk Liverpool - termasuk saat mengunjungi Tottenham Hotspur di Wembley Stadium.

 

Artikel Selanjutnya:
Singapura Berbenah Jelang Hadapi Indonesia
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga 1: Barito Putera – Perseru Serui
Artikel Selanjutnya:
Subangkit Soroti Motivasi Pemain Sriwijaya FC
Artikel Selanjutnya:
Arsene Wenger Merapat Ke Bayern Munich?
Artikel Selanjutnya:
Stadion Gelora Bung Karno Kurang Ramai, Indra Sjafri: Saya Tahu Persis Suporter
Tutup