LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Duel antara Persebaya Surabaya dan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4) sore WIB, pada leg pertama final Piala Presiden 2019 bakal menjadi ajang penuntasan penasaran bagi tim tamu.
Persebaya dan Arema sudah dipertemukan di Piala Utama tahun 1992 yang mempertemukan empat terbaik Galatama dan Perserikatan. Arema yang bermain di Stadion Mattoangin Makassar mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 melalui brace Singgih Pitono.
Bicara tentang pertandingan yang digelar di Surabaya, kedua tim sudah bertemu sepuluh kali. Sebagai tamu, Arema sama sekali belum pernah memenangkan pertandingan.
Rekor kemenangan Persebaya tercipta saat Liga Indonesia musim 1996/97. Musim yang menasbihkan Persebaya sebagai juara tersebut, Arema dipermak 6-1. Sebuah skor yang menjadi kekalahan terbesar sepanjang masa bagi Arema sebelum akhirnya dipecahkan Persipura Jayapura pada Ligina 2003 dengan skor 6-0.
Hanya saja Persebaya tidak memenangkan semua laga kandangnya ketika melawan Arema. Sebab Singo Edan pernah menahan imbang Bajul Ijo sebanyak dua kali, tepatnya pada Piala Indonesia 2006 dan Liga Indonesia 2007.
Yang termanis tentu saja pada Piala Indonesia. Pada saat itu, keunggulan 1-0 Arema di kandang sendiri tidak mampu dibalas oleh Persebaya di Stadion Tambaksari karena di leg kedua laga berkesudahan dengan skor 0-0 yang membuat Arema melenggang ke semi-final.
Sementara pada pertemuan terbaru, Arema dikalahkan Persebaya dengan skor 1-0 pada Liga 1 2018 lalu melalui gol Misbakus Solihin.
Pelatih Milomir Seslija mengakui bukan sebuah pekerjaan mudah mendapatkan kemenangan di Surabaya. Catatann tidak pernah di Surabaya menumbuhkan motivasi bagi Milo untuk membuat sejarah.
“Pertandingan final tidak didapatkan pemain dengan mudah di karirnya. Mereka harus bisa membuat cerita mereka sendiri, termasuk memenangkan pertandingan di Surabaya,” ucap Milo.
“Pertandingan melawan Persebaya juga tentang kebanggaan, jadi suporter mungkin akan melihat perjuangan kami di lapangan untuk menang seperti apa. Jika ingin lebih baik dari Persebaya, kami harus bekerja lebih keras dibandingkan mereka,” ucap Milo. (gk-48)
Goal Indonesia




