Gagal Scudetto, Maurizio Sarri Kuatkan Sinyal Hijrah Dari Napoli

Komentar()
Getty
Juru taktik Napoli itu menguatkan sinyal bahwa dirinya takkan lagi duduk di bangku pelatih San Paolo musim depan.

Hasil imbang 2-2 yang didapat Napoli kala menjamu Torino akhir pekan lalu, secara "virtual" mengakhiri kans Scudetto Marek Hamsik cs.

Meski secara matematis Napoli masih bisa mengejar defisit enam poin dengan Juventus di puncak, mengingat Serie A Italia tinggal sisakan dua giornata, mereka bakal kalah rekor selisih gol yang terbentang hingga 24 gol jauhnya.

Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, pun menyampaikan permintaan maaf yang mendalam untuk tifosi I Partenopei. Dia juga menguatkan sinyal takkan lagi duduk di bangku cadangan pelatih San Paolo musim depan.

Maurizio Sarri Empoli

Seperti diketahui sebelumnya, hubungan tak harmonis Sarri dan presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis, membuat masa depan sang juru taktik samar. Dia lantas mengaku lebih baik pergi saat dicintai oleh tifosi, ketimbang ketika dibenci.

"Jika Anda hanya berpikir soal tifosi, Anda tentu sangat ingin bertahan selama mungkin dan bahkan jika presiden ingin memecat Anda maka mungkin mereka akan mengirim teror," buka Sarri, seperti dikutip Mediaset Premium.

"Anda tidak bisa menemukan tifosi yang seperti ini di manapun, itu sangat penting. Tapi Anda juga harus berpikir soal aspek lain. Jika ini harus berakhir, saya ingin Napoli ada terus dalam ingatan saya.

"Saya berutang besar kepada presiden, karena dia memberi saya kesempatan merasakan sesuatu yang luar biasa. Saya yang membuat seluruh keputusan yang bisa meningkatkan status kami seperti yang tifosi inginkan. Maaf, jika kemudian musim ini saya gagal berikan Scudetto untuk mereka.

"Jika presiden puas dengan kerja saya, itu bagus sekali. Jika tidak senang, sangat disayangkan, tapi akan ada jalan keluar untuk kedua pihak. Jika dia memanggil, maka saya akan datang.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Tifosi Napoli membuat pengalaman Anda begitu luar biasa, tapi Anda takut ini akan berakhir. Itu bisa membuat Anda berpikir bahwa lebih baik pergi ketika masih ada rasa cinta ketimbang kala memasuki momen-momen sulit," pungkasnya.

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Mourinho: Paham Kan, Mengapa Mereka Terus Dicadangkan?
2. Zidane: Tradisi Pasillo Terhenti Karena Barcelona
3. Nasib Wonderkid Milan Di Tangan Gattuso
4. Rebutan Empat Besar: Liverpool, Tottenham, Atau Chelsea?
5. Kemenangan Terbesar El Clasico 50 Tahun Terakhir

 

Tutup