Fakta Mencengangkan Ada Hegerberg - Pemenang Ballon D'Or Wanita Pertama

Terakhir diperbarui
Komentar()
Getty
Baru berusia 23 tahun tapi sudah mencetak nyaris 300 gol! Inilah fakta-fakta pemain asal Norwegia yang mengukir sejarah di dunia sepakbola.

Ada Hegerberg menjadi wanita pertama yang pertama kali mengangkat trofi Ballon d'Or setelah ia dinobatkan sebagai pesepakbola wanita terbaik 2018.

Sosok asal Norwegia tersebut masih sangat muda, baru berusia 23 tahun, tetapi performa gemilangnya membuat rival-rival lain harus puas berada di bawahnya tahun ini, termasuk Marta - pemain Brasil yang menyabet pemain wanita terbaik 2018 versi FIFA.

Berikut deretan fakta-fakta Hegerberg yang kini memperkuat Lyon, dan persiapkan diri Anda untuk tercengang...

 

  1. #1 DEBUT USIA MUDA

    Hegerberg menjalani debut profesional ketika usia 15 tahun pada 2010 bersama Kolbotn. Setahun kemudian, dia mencuri perhatian dengan menjadi pencetak hat-trick termuda di kasta tertinggi sepakbola Norwegia, hanya membutuhkan tujuh menit untuk membukukan tiga gol ke gawang Roa - yang saat itu menjadi juara dengan catatan pertahanan impresif (kemasukan 18 gol dalam 22 pertandingan).
  2. #2 TOP SKOR LIGA NORWEGIA

    Usai menjadi topskor Kolbotn pada 2011, Hegerberg bergabung ke Stabaek, membantu mereka meraih Piala Norwegia, dengan mencetak hat-trick ke gawang Roa pada partai final. Di musim yang sama, ia keluar sebagai top skor liga.
  3. #3 DEBUT TIMNAS SENIOR

    Pada usia 15 tahun membantu Norwegia melaju ke final Euro U-19 2011, dan pada tahun yang sama ia menjalani debut bersama timnas senior.
  4. #4 DEBUT BUNDESLIGA

    Kesuksesan di level klub dan timnas membuat klub Jerman Turbine Potsdam merekrutnya dan Hegerberg sukses mencetak gol pada debutnya di Frauen Bundesliga ketika melawan Freiburg.
  5. Getty Images

    #5 GEMILANG DI EURO

    Pada 2013, ia kembali mencuri perhatian di level internasional dengan mencetak gol saat mengalahkan Spanyol di perempat-final Euro, dan Norwegia mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
  6. #6 DEBUT SENSASIONAL DI PRANCIS

    Musim panas 2014, Hegerberg diboyong oleh Lyon (klubnya sampai saat ini) dan pada musim pertama ia menjadi topskor dengan 26 gol dalam 22 pertandingan plus membantu timnya juara. Patut dicatat, usianya di tahun ini masih 19 tahun!
  7. #7 TREBLE WINNERS PERDANA

    Musim 2015/16 berjalan lebih sukses, tidak hanya Lyon meraih Treble Winners (Liga Champions, Liga Prancis & Piala Prancis), Hegerberg mencetak total 54 gol, termasuk sebagai top skor di Liga Champions dengan 13 gol, di mana salah satunya ia bukukan pada laga final melawan Wolfsburg.
  8. #8 KALAHKAN CRISTIANO RONALDO!

    Pada tahun kalender 2016, Hegerberg mencetak gol lebih banyak dari siapapun di kompetisi UEFA, bahkan Cristiano Ronaldo! Ia dinobatkan sebagai pemain wanita terbaik di Eropa di tahun ini.
  9. #9 TREBLE WINNERS & PEMAIN TERBAIK

    Musim 2016/17, Hegerberg dinobatkan sebagai pesepakbola wanita terbaik BBC usai mengantar Lyon kembali meraih Treble Winners.
  10. #10 REKOR GOL LIGA CHAMPIONS

    Pada 2017/18, ia tidak berhenti menunjukkan ketajaman di depan gawang dengan total mencetak 53 gol, termasuk membukukan rekor 15 gol di Liga Champions.
  11. Getty Images

    #11 23 TAHUN, 284 GOL

    Baru berusia 23 tahun, ia telah mencetak nyaris 300 gol, dengan rincian:
    - Internasional: 66 pertandingan - 38 gol
    - Kompetisi Eropa: 41 pertandingan - 41 gol
    - Kompetisi Domestik: 197 pertandingan - 205 gol
  12. #12 TOP SKOR UCL SEPANJANG MASA

    Saat ini ia masuk dalam sepuluh besar (peringkat enam) pencetak gol terbanyak Liga Champions sepanjang masa (41 gol), hanya terpaut sepuluh gol dari Anja Mittag (51 gol) yang juga masih aktif bermain.
  13. #13 SAUDARA KANDUNG

    Memiliki kakak - Andrine - yang juga aktif sebagai pesepakbola wanita, saat ini ia bermain untuk Paris Saint-Germain.
  14. #14 THE GUNNERS

    Mengidolakan legenda Arsenal, Thierry Henry: "Tim favorit saya adalah Arsenal dan saya selalu senang melihat Henry dalam periode karir terbaiknya. Saya pikir dia adalah pemain terbaik dunia saat itu. Pergerakannya, penyelesaiannya, dan terakhir rasa laparnya untuk selalu mencetak gol - kelas."