Jurgen Klopp ogah membeberkan rahasia kebangkitan Liverpool di tangannya kepada Manchester United setelah sang seteru abadi gagal "membantu" mereka dalam persaingan juara Liga Primer Inggris.
United bisa membuka jalan untuk Liverpool kalau meraih poin dalam derbi di Old Trafford, Rabu (24/4) lalu. Namun, United justru menyerah 2-0 dari Manchester City sehingga skuat Pep Guardiola menggusur Liverpool di puncak klasemen dengan tiga laga tersisa.
Kekalahan tersebut mempertegas krisis di tubuh United. Kendati Ole Gunnar Solskjaer sempat mempersembahkan 14 kemenangan dalam 17 laga, kini Setan Merah telah kalah tujuh kali dalam sembilan pertandingan terakhir.
Situasi serupa pernah dialami Liverpool. Mereka kesulitan bersaing di jalur juara sebelum Klopp datang mengubah keadaan, tapi pelatih asal Jerman ini menolak berbagi resep kebangkitan.
"Mereka tidak membantu kami, kenapa kami harus membantu mereka?!" tukasnya kepada reporter saat ditanya apa kira-kira yang bisa diperbuat Solskjaer untuk membalikkan peruntungan United.
Manchester United vs. Manchester CityTentang derbi Manchester, Klopp berujar: "Itu hasil yang saya prediksi. United mengupayakan segala cara yang mereka bisa, terutama di babak pertama. Mereka sedikit kurang beruntung dalam satu atau dua momen, tetapi dalam 95 menit jelas mereka tak mampu menantang City saat ini."
"Saya tidak terkejut dengan hasil ini. Saya menonton laga tersebut dan saya sangat tenang. Akhirnya laga ini dimainkan, setelah selama berbulan-bulan ada satu laga di tangan [untuk City]. Sekarang jelas, kami satu poin di belakang City dan jika kami memenangi dua laga berikut, gelar juara akan ditentukan pada laga terakhir."
"Itu sangat spesial. Tapi pertama-tama kami harus memenangi laga-laga kami yang cukup sulit. Kami sekarang berkonsentrasi pada laga berikut, menghadapi Huddersfield."
Liverpool menjamu Huddersfield Town di Anfield pada Sabtu (27/4) dini hari WIB sebelum menantang Barcelona di Camp Nou pada laga leg pertama semi-final Liga Champions, tengah pekan mendatang.


