Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Premier League LGBT RainbowGetty

Liga Inggris Kembali Galang Kampanye LGBT

Hiasan dan ornamen berwarna pelangi bakal kembali menghiasi pertandingan-pertandingan Liga Inggris pada akhir tahun ini.

Hal tersebut merupakan wujud kampanye Rainbow Laces yang digalang klub-klub Liga Primer Inggris (EPL) dan Liga Sepak Bola Inggris (EFL) bersama Stonewall untuk mendukung komunitas LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender), yang selama ini termarjinalkan di sepakbola.

Kerja sama Liga Inggris dengan Stonewall ini sudah terjalin sejak tahun lalu dan akan terus berlangsung hingga 2019.

"Klub-klub kami telah bekerja sangat bagus untuk menegaskan pesan bahwa sepakbola adalah untuk semua orang. Kami bangga bisa mengambil bagian dalam kampanye ini," kata Bill Bush, direktur eksekutif Premier League.

Di musim ini, Rainbow Laces akan mengambil tempat di seluruh partai Liga Inggris pada 30 November sampai 5 November mendatang.

Bendera sepak pojok, tempat alas bola, papan pergantian pemain, hingga papan skor dan iklan bakal dihiasi warna pelangi khas LGBT. Selain itu, para pemain juga bakal memakai tali sepatu dan ban kapten berwarna pelangi.

LGBT flagGetty

Selama ini, sepakbola punya sejarah yang kurang ramah terhadap LGBT, khususnya pesepakbola homoseksual. Di Inggris, pernah muncul kasus Justin Fashanu, eks penyerang Nottingham Forrest di era 1980-an yang secara terbuka mengaku gay, namun nasibnya berakhir tragis setelah ditemukan bunuh diri karena tekanan sosial.

Eks gelandang West Ham United Thomas Hitzlsperger juga diketahui homoseksual, namun pengakuannya ini baru terjadi setelah ia pensiun. Sampai sekarang, diyakini masih banyak pemain yang menutup diri terkait orientasi seksualnya itu. 

Penyerang Chelsea Olivier Giroud beberapa waktu lalu menyatakan bahwa homofobia masih terjadi di sepakbola. "Itu sangat emosional. Menurut saya, mustahil [bagi pesepakbola] untuk menunjukkan homoseksualitasnya dalam sepakbola," kata Giroud kepada Le Figaro.

"Saya mendukung komunitas gay. Namun, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk hal seperti ini," imbuhnya

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Kalahkan Ronaldo & Salah, Modric Rebut Takhta Goal 50
2.Zinedine Zidane Tangani Bayern Munich?
3.Antonio Conte Serang Balik Sergio Ramos
4.Presiden FAT Tak Ingin Fans Indonesia Kuasai Stadion Rajamangala
5.Goal 50 5018: Daftar Lengkap 50 Pemain Terbaik Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer Banner EPL
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google