Dibekukannya Adrien Rabiot dari tim utama Paris Saint-Germain menjadi salah satu alasan mengapa raksasa Prancis itu mengalami penurunan performa belakangan ini. Demikian dituturkan oleh Veronique Rabiot, ibu sekaligus agen dari Rabiot.
Rabiot sudah tidak bermain sejak Desember 2018 setelah ia dibekukan dari tim hanya karena menolak perpanjangan kontrak. Di tengah ketiadaan Rabiot, PSG secara mengejutkan mengalami periode buruk.
Meski berhasil mengamankan gelar Ligue 1 Prancis, Les Parisiens berturut-turut harus tersingkir dari Coupe de la Ligue, Liga Champions, dan yang terbaru kalah di final Coupe de France.
Veronique pun merasa, perlakuan buruk pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi terhadap Rabiot telah berdampak buruk bagi tim.
“Presiden [Al-Khelaifi] benar-benar telah membuat keputusan yang tidak adil, dan semua orang menyadarinya,” ujarnya kepada Agence France Presse.
“Dengan melakukan itu, dia telah menanamkan racun pada timnya, yang hasilnya terlihat dalam lima bulan terakhir – Nasser telah menghancurkan timnya sendiri karena dia lupa dengan faktor kemanusiaan."
(C)Getty Images“Rekan satu timnya tahu bahwa Adrien menderita, meskipun dia tidak mengatakan apa pun – penderitaan itu tampak. Saya tidak merasa itu adalah sesuatu yang terjadi dengan sengaja, saya pikir itu benar-benar terjadi di alam bawah sadar para pemain."
“Nasser telah mengambil ketenangan mereka – Anda tidak bisa mengabaikannya ketika salah satu pemain terbaik di tim Anda diperlakukan dengan kejam di depan mata sendiri.”
Rabiot bisa pergi dari PSG dengan status bebas transfer pada musim panas nanti, dan beberapa tim besar seperti Barcelona dan Liverpool dikabarkan siap mengamankan jasanya.




