Sebuah drama geopolitik tingkat tinggi secara tak terduga telah menunda salah satu keputusan paling krusial dalam dunia sepakbola modern. Rencana pemungutan suara (voting) oleh Komite Eksekutif UEFA untuk menentukan nasib partisipasi Israel di kompetisi Eropa kini resmi ditunda.
Penundaan ini datang sebagai respons langsung terhadap perkembangan politik besar di panggung dunia: peluncuran inisiatif perdamaian baru oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bertujuan untuk mengakhiri perang selama dua tahun di Gaza.
Menurut berbagai sumber, para petinggi sepakbola Eropa kini merasa tidak pantas untuk menjatuhkan sanksi olahraga kepada Israel di saat proses pembicaraan damai yang sensitif sedang diupayakan. Sikap ini mengubah total dinamika yang ada dalam sepekan terakhir.
Padahal sebelumnya, tekanan terhadap UEFA untuk segera bertindak telah mencapai puncaknya. Desakan ini dimotori oleh laporan komisi PBB, tuntutan dari beberapa federasi nasional, serta petisi dari para atlet. Intervensi dari presiden AS ini telah secara efektif menghentikan momentum tersebut, setidaknya untuk sementara waktu.
.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)




