gettyDiterjemahkan oleh
‘Tidak pantas mengeluh’ - Bintang Real Madrid Kylian Mbappé membagikan cara dia menghadapi statusnya sebagai ‘selebriti internasional’
Hidup di bawah sorotan
Bagi Mbappé, transisi dari seorang remaja berbakat di Monaco menjadi sosok yang sangat berpengaruh secara komersial di kancah global berlangsung secepat salah satu sprint andalannya. Menjalani kehidupan di mana ia bahkan tak bisa membeli sepotong baguette tanpa memicu keributan, pemain asal Prancis ini harus beradaptasi dengan dunia di mana setiap gerakannya diatur oleh tim keamanan dan penasihatnya.
Terlepas dari tekanan yang sangat besar dan perasaan tidak lagi menjadi dirinya sendiri, penyerang Real Madrid ini tetap rendah hati.
“Saya akan berusaha tetap positif,” kata Mbappe dalam wawancara dengan Vanity Fair saat ditanya tentang hidup sebagai selebriti internasional. “Ini keren. Tentu saja, ini sulit, karena Anda merasa tidak lagi menjadi diri sendiri—melainkan milik semua orang. Tapi di sisi lain, ini adalah hidup yang kami pilih.”
“Mungkin tidak sampai sejauh ini, tapi kami tetap memilihnya. Kami telah berkomitmen untuk ini. Dan sulit untuk fokus pada hal-hal negatif ketika jutaan dan jutaan orang mengungkapkan rasa terima kasih, pengakuan, dan cinta mereka. Jadi, menurut saya, mengeluh adalah hal yang kurang bersyukur.”
Getty ImagesMenavigasi situasi yang penuh gejolak di Madrid dan Paris
Sejak Kylian tiba di Spanyol, sorotan publik semakin gencar, dengan media lokal yang dengan cepat mencapnya sebagai sosok yang egois saat performanya sedang menurun. Merenungkan kedewasaannya, Mbappé mengakui bahwa ia telah berkembang pesat sejak masa-masa awalnya di ibu kota. “Saya tidak selalu menangani situasi ini dengan sangat baik,” tambahnya, “karena saya menjadi terkenal di usia yang sangat muda. Dan karena itu, saya tidak memiliki kebijaksanaan, keterbukaan pikiran, atau empati untuk sesekali menempatkan diri di posisi orang lain dan memahami bahwa terkadang mereka hanya akan melihat saya sekali saja — mereka tidak akan pernah melihat saya lagi kecuali di TV. Jadi, saya berusaha untuk lebih berempati sekarang, meskipun terkadang orang-orang melampaui batas.”
Beban ban kapten
Sebagai kapten Les Bleus, Mbappé bukan lagi sekadar striker bintang; ia adalah wajah bangsa. Setelah mencetak hat-trick spektakuler di final Piala Dunia 2022 yang pada akhirnya berakhir dengan kekalahan, pemain berusia 27 tahun ini didorong oleh keinginan untuk membawa bintang ketiga ke jersey Prancis.
Ia memandang ekspektasi besar dari rekan-rekan senegaranya bukan sebagai beban, melainkan sebagai ciri budaya bersama. “Orang Prancis suka mengeluh. Orang Prancis suka merasa tidak bahagia. Kami memang orang Prancis,” candanya saat membahas tekanan dari tanah air.
GettySiap memimpin Prancis lagi
Dengan Piala Dunia FIFA 2026 yang kini semakin dekat, Mbappé tampak sepenuhnya siap untuk memikul tanggung jawab memimpin Prancis di panggung terbesar sepak bola sekali lagi. Ia sangat serius dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin di kancah internasional. “Tidak ada yang lebih membanggakan daripada mewakili negara sendiri,” ujarnya.
“Anda memasuki jajaran pemain internasional.” Mengenai kekalahan menyakitkan di Qatar, ia tetap fokus pada masa depan: “Anda harus melangkah maju. Anda tidak bisa kembali. Kita harus mengambil kekecewaan itu dan mengubahnya menjadi motivasi untuk mencoba benar-benar mengubah jalannya sejarah, dan memberi diri kita kesempatan untuk mencapai final lain, yang akan sangat sulit, serta berusaha membawa pulang bintang ketiga.”
Iklan

