Adrian DennisDede Sugita
Sorot Sepekan (19-25 Februari 2018): Awal Dinasti Manchester City?
Adrian Dennis1Lukaku Sakiti Mantan
Reputasi buruk sebagai pemain yang kerap tidak berkutik dalam bigmatch menempel pada Romelu Lukaku jelang laga Manchester United melawan Chelsea di Old Trafford. Maklum, striker bongsor Belgia itu sebelumnya tak pernah membuat gol ataupun assist untuk United menghadapi lawan penghuni enam besar klasemen Liga Primer sejak dipinang pada musim panas.
Cap negatif tersebut musnah seketika setelah Lukaku tampil sebagai bintang kemenangan Setan Merah 2-1 atas pasukan Antonio Conte. Tim tamu sempat membungkam pendukung United lewat tendangan keras Willian, namun Lukaku menjebol gawang Thibaut Courtois sebelum mengirimkan umpan silang terukur yang dikonversi sundulan Jesse Lingard untuk menyakiti Chelsea, yang notabene mantan klubnya, 2-1.
Kebintangan Lukaku di Theatre of Dreams mengangkat skuat Jose Mourinho kembali ke posisi runner-up, dan memaksa Chelsea mendekam di luar zona Liga Champions.
LAPORAN PERTANDINGAN: Man United 2-1 Chelsea
Adrian Dennis2PSG Terancam Jamu Madrid Tanpa Neymar
Paris Saint-Germain memenangi partai bergengsi Le Classique kontra Olympique Marseille dengan skor komprehensif 3-0, tapi ada harga yang harus dibayar kubu ibu kota. Bintang utama mereka, Neymar, menderita cedera yang tampaknya serius dan mengancam partisipasinya melawan Real Madrid di Liga Champions minggu depan.
Neymar, yang berandil dalam kreasi dua gol tim ke gawang Marseille, dihantam problem engkel setelah kaki kanannya salah berpijak dan ditandu keluar lapangan sambil terisak-isak 13 menit jelang bubaran. Pelatih Unai Emery mencoba mengudarakan optimisme akan dampak cedera Neymar, yang baru bisa diketahui pasti usai pemeriksaan lanjutan, tapi ia harus mulai memikirkan langkah antisipasi untuk kemungkinan terburuk.
PSG wajib mengalahkan Madrid minimal dua gol tanpa balas di Parc des Princes untuk mengejar ketertinggalan agregat 3-1 dari hasil pertemuan pertama.
Adrian Dennis3Liga Europa Memanas
Kelas Liga Europa memang di bawah Liga Champions, namun kompetisi musim ini lebih mengundang atensi karena keberadaan banyak klub papan atas Eropa. Antusiasme pun dijamin kian meningkat seiring berlanjutnya ajang ini ke fase yang lebih "serius".
UEL 2017/18 telah merampungkan putaran 32 besar tengah pekan silam dan kendati Napoli telah tereliminasi di kaki RB Leipzig, beberapa tim langganan Liga Champions masih berpartisipasi seperti Atletico Madrid, Borussia Dortmund, AC Milan, dan Arsenal. Dua klub yang disebut terakhir bahkan harus saling baku bunuh di babak 16 besar setelah terundi bertemu dalam laga yang pantas disebut final kepagian.
Adrian Dennis4Messi Hapus Tabu
Tidak banyak klub yang berhak berbangga hati untuk kemampuan mereka membikin majal Lionel Messi. Pekan lalu tim dalam kategori ini hanya berjumlah 12. Tapi, cuma dalam rentang empat hari angka tersebut menyusut menjadi sepuluh.
Sang superstar Barcelona pertama-tama menghapus tabu menghadapi Chelsea. Mandul dalam delapan pertemuan terdahulu, Messi akhirnya sukses memerawani gawang The Blues pada jumpa kesembilan dalam lakon leg pertama babak 16 besar Liga Champions (20/2). Gol Messi mengunci hasil 1-1 di Stamford Bridge setelah sebelumnya Barcelona tertinggal lebih dulu.
Messi kemudian menceploskan dwigol dalam lanjutan La Liga pada akhir pekan untuk "pecah telur" kontra Girona. Dengan demikian, nama Messi kini tercatat sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol menghadapi lawan berbeda di Divisi Primera (36), melampaui rekor Raul Gonzalez dan Aritz Aduriz (35).
Adrian Dennis5Trofi Perdana City Era Guardiola
Keran prestasi Pep Guardiola di Inggris akhirnya terbuka. Setelah gagal merengkuh trofi pada kampanye debutnya mengomandoi Manchester City - musim nirtrofi pertama dalam karier manajerial Pep - eks arsitek Barcelona dan Bayern Munich itu mempersembahkan gelar juara Carabao Cup atau Piala Liga Inggris 2017/18 untuk The Citizens, Minggu (25/2) kemarin.
Tersungkur dari Piala FA seturut kekalahan mengejutkan kontra Wigan, City langsung bangkit dengan memukul telak Arsenal 3-0 di Wembley. Dominasi laskar Pep atas The Gunners bagai cerminan hegemoni mereka di Liga Primer Inggris musim ini. Pandit Jamie Redknapp pun berani memprediksi bahwa titel Piala Liga dapat menjadi penanda awal dinasti The Eastlands di bawah rezim Guardiola.
Iklan