Sejak Pep Guardiola datang ke Liga Primer Inggris, fans mulai melihat perubahan yang cukup kental terasa: dominasi Manchester City.
Dalam enam musim terakhir, The Cityzens garapan Guardiola mampu menyapu bersihnya dengan raihan juara kecuali musim 2019/20 saja, yang kala itu Liverpool coba-coba merusak hegemoni klub sultan satu ini.
Termasuk musim ini tentunya, saat semula hampir sebagian besar fans Liga Primer memprediksi Arsenal bakal keluar sebagai juara ketika mereka sempat membuat gap delapan poin dengan Man City, nyatanya tak semudah itu merobohkan kekuatan anak-anak Guardiola.
Di pekan-pekan terakhir Liga Primer, Arsenal justru terpeleset, sementara Man City semakin solid dan konsisten sejak paruh kedua musim bergulir untuk kemudian memutar balik situasi dan akhirnya merengkuh gelar EPL ketiga berturut-turut, bahkan berada di trek yang tepat untuk meraih supremasi treble winners. Fans pun kian yakin, bagaimana pun perlawanan dari para rival, ujung-ujungnya Man City juga yang juara.
Dengan dominasi yang begitu masif, kedalaman skuad yang sungguh fantastis di mana pemain inti dan pelapis punya kualitas yang sama bagusnya, praktis mencuat anggapan-anggapan bahwa Liga Primer dewasa ini mulai menunjukkan tanda-tanda berubah jadi 'liga petani' seiring monopoli yang dibuat Man City.
Jelang bursa transfer musim panas, tak ada yang bisa menghalangi Man City untuk kembali berbelanja, dan jika beberapa pemain yang akan kami ulas di bawah ini berhasil diangkut, Manchester Biru benar-benar bisa menciptakan gap bak langit dan bumi dengan para kontestan EPL lainnya.


.jpeg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)
