Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
England Press Conference - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Kemenangan yang kontroversial dan malu bagi Tuchel... Kekacauan dan ketegangan di dalam markas Tiga Singa

Bukan Harry Kane, bukan Marcus Rashford, dan bukan Anthony Gordon. Setelah Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia, sorotan sepenuhnya tertuju pada Jude Bellingham. 

Bintang Real Madrid ini kembali menunjukkan performa terbaiknya di turnamen ini, menambah koleksi golnya menjadi 6, setelah mencetak dua gol ke gawang Norwegia, yang membawa tim “Tiga Singa” membalikkan ketertinggalan dan lolos ke babak empat besar.

Bellingham mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan dari Gordon, lalu menerobos ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan datar ke gawang. Ia kemudian mencetak gol penentu kemenangan dengan memanfaatkan kesalahan fatal kiper Orian Niland.

"Surat Kabar Sport" dalam laporannya menyebutkan bahwa penampilan Bellingham sangat menonjol, hingga ia tidak ragu untuk melontarkan kritik langsung kepada pelatihnya, Thomas Tuchel, menentang pernyataan Tuchel mengenai performa timnas Inggris, serta mendesaknya untuk turut menciptakan suasana positif di dalam tim.

  • Norway v England: Quarter Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Ketegangan di dalam kubu Inggris

    Tuchal sebelumnya pernah menyatakan bahwa ia tidak puas dengan penampilan timnas Inggris saat melawan Norwegia. Pernyataan tersebut tidak diterima dengan baik di ruang ganti dan menimbulkan ketegangan, meskipun tim tersebut berhasil lolos ke semifinal.

    Jude Bellingham, di zona campuran, menanggapi pertanyaan mengenai kritik pelatihnya dengan mengatakan, “Kritik Tuchel terhadap pertandingan kami? Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti ini melawan Haaland, Odegaard, Nosa, dan Sorloth… Mereka bukanlah lawan yang mudah dihadapi.”

    Bintang Inggris itu tidak berhenti sampai di situ, melainkan menyampaikan pesan lain kepada pelatihnya, sementara semua orang mulai fokus pada pertandingan melawan Argentina di semifinal, dengan mengatakan, “Kami berusaha menciptakan suasana yang positif, dan saya rasa kami harus terus melakukannya.”

  • Iklan
  • Norway v England: Quarter Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Terkadang kamu harus menang dengan cara yang curang

    Bellingham tampak kesal pada Tuchel, bahkan sebelum ditanya soal gaya bermain. Ia pertama-tama ditanya mengenai pernyataan pelatihnya yang menyebut Inggris beruntung dalam pertandingan tersebut, dan ia menjawab singkat, “Tidak ada komentar.”

    Bellingham menambahkan, “Kami tidak akan memenangkan setiap pertandingan dengan menghancurkan lawan atau bertukar seribu umpan. Terkadang Anda harus menang dengan cara yang kotor, dan itulah yang kami lakukan.”

    Ia mengakhiri pernyataannya, sebuah isyarat yang menunjukkan bahwa hubungannya dengan pelatih asal Jerman itu tampaknya tidak dalam kondisi terbaik.

    Faktanya, Tuchel tidak menganggap Bellingham layak mendapat tempat di starting line-up sebelum Piala Dunia dimulai; ia menjelaskan kepadanya bahwa Bellingham harus bersaing dengan Morgan Rogers untuk posisinya, dan mengisyaratkan akan menempatkannya di bangku cadangan jika ia tidak membuktikan kemampuannya.

    Namun, Jude Bellingham kembali tampil gemilang di turnamen tersebut dan memulihkan performa terbaiknya, hingga menjadi kapten utama timnas Inggris setelah musim yang sangat sulit bersama Real Madrid.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google