Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Michael Carrick Manchester United 2026-27Getty
Diterjemahkan oleh

Jamie Carragher peringatkan Manchester United terjebak dalam 'lingkaran setan' seiring kesulitan yang semakin berat di bawah Michael Carrick

  • Jebakan transfer mahal United

    Meski kerap gagal lolos ke Liga Champions dalam satu dekade terakhir, Manchester United tetap memiliki salah satu beban gaji paling besar di Liga Primer Inggris. Jajaran petinggi klub menyetujui pengeluaran lebih dari £150 juta untuk biaya transfer pada bursa musim panas, sehingga menambah tekanan finansial klub.

    Tekanan itu diperberat oleh keberhasilan lolos ke kompetisi Eropa musim lalu, yang memicu kenaikan gaji otomatis bagi sejumlah pemain dalam skuad saat ini. Akibatnya, klub kini menghadapi kesulitan besar untuk melepas pemain yang tampil di bawah harapan karena para pemain yang jarang mendapat kesempatan bermain enggan meninggalkan kontrak mereka yang bernilai tinggi.


  • Manchester City FC v Wolverhampton Wanderers FC - Premier LeagueGetty Images Sport

    Carragher kecam pengeluaran yang tidak berkelanjutan

    Berbicara di Sky Sports, Carragher menyoroti bagaimana kekuatan finansial United menutupi persoalan struktural yang lebih dalam. Ia menunjukkan bahwa sementara klub-klub rival mengeluarkan banyak uang untuk mempertahankan dominasi, United justru membayar mahal hanya untuk meraih hasil di bawah harapan.

    “Menurut saya, ketika Anda berada di klub yang mengeluarkan banyak uang dan para pemain itu terus gagal, Anda juga tidak lolos ke Liga Champions, sementara pengeluaran gaji Anda termasuk yang terbesar; pada akhirnya, Anda bisa menjadi klub dengan belanja terbesar pada musim itu, tetapi Anda tidak meraih kesuksesan,” kata Carragher.

    “Liverpool dan Manchester City adalah dua dari sedikit klub yang secara konsisten meraih trofi, lalu melakukan belanja besar-besaran. Uang akan selalu tersedia karena United adalah salah satu klub sepakbola terbesar di dunia, tetapi alirannya tidak bisa dibiarkan terus mengalir tanpa henti. Itu tidak bisa.”


  • Siklus yang merusak diri sendiri

    Mantan bek Liverpool itu menegaskan bahwa melepas pemain masih menjadi kendala terbesar di Old Trafford, sehingga terjadi kebuntuan yang menghambat perombakan lanjutan yang sangat diperlukan.

    “Lalu kita bicara soal belanja bersih; masalahnya, Anda tidak bisa melepas pemain,” lanjut Carragher. “Sulit melepas pemain ketika klub terus mengalami kegagalan. Mereka kemudian menerima gaji besar, dan Anda tidak bisa melepas mereka karena tak ada yang mau merekrut mereka. Ini lingkaran setan yang menjerat klub. Pada akhirnya, situasinya mencapai titik ketika Anda tidak bisa lagi menjadi klub dengan pengeluaran terbesar. Menurut saya, titik itu tercapai musim panas ini.”

    Penilaian Carragher bahwa pengeluaran besar harus dihentikan pada musim panas ini sudah terlihat dari kondisi skuad. Bek Lisandro Martinez baru-baru ini melontarkan kritik pedas kepada Jason Wilcox, dengan menegaskan bahwa ia mengharapkan investasi lebih besar pada bursa transfer terakhir. Kekecewaan pemain Argentina itu menjadi bukti nyata keterbatasan keuangan United, sementara para pemain kini menyalahkan petinggi klub atas performa buruk mereka.


  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Atletico de Madrid v Manchester United - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD2Getty Images Sport

    Krisis semakin parah bagi Carrick

    Awal musim yang buruk bagi United membuat Carrick berada di bawah tekanan besar. Dengan baru satu kemenangan sejauh ini, kemampuannya untuk membalikkan nasib tim dan menyelamatkan musim semakin dipertanyakan.

    Hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Leeds United pada Minggu di Elland Road memperpanjang rentetan hasil buruk mereka. Pelatih berusia 45 tahun itu kini harus mencari cara untuk memaksimalkan skuad bergaji tinggi yang tampil di bawah ekspektasi, sementara keterbatasan keuangan klub membuatnya tak bisa lagi mengatasi masalah dengan belanja pemain.