GettySandy Mariatna
Delapan Hal Baru Di Liga Champions 2018/19
Getty1Petualangan Anyar Tuan Liga Champions
Last but not least, Liga Champions musim ini juga akan terasa berbeda dari sebelumnya gara-gara “ulah” Cristiano Ronaldo.
Kepergian sensasional Ronaldo dari Real Madrid pada musim panas kemarin membuat publik bakal dibuat penasaran menanti petualangan anyar sang Mr. Champions League bersama Juventus.
Di atas kertas, Ronaldo tampak siap mempertajam catatannya sebagai topskor sepanjang masa kompetisi dan bukan tidak mungkin trofi Si Kuping Lebar bakal ia angkat untuk keenam kalinya.
Getty2Bola Biru Baru
Pemandangan baru bakal tersaji di Liga Champions musim ini. Bola bermotif bintang yang selama ini identik dengan Liga Champions bakal beralih rupa, lebih tepatnya berganti warna. Warna dasar bola berganti biru tua, sementara warna panel bintang berubah menjadi putih.
Tampilan anyar bola baru ini sebetulnya sudah bisa dilihat dalam partai kualifikasi dan play-off Liga Champions beberapa waktu lalu.
Getty3Pemain Pengganti
Seperti halnya Piala Dunia 2018, Liga Champions musim ini juga akan mengadopsi pergantian pemain keempat dengan satu syarat ketat.
Sebuah tim hanya diperkenankan memasukkan pemain pengganti keempat di babak perpanjangan waktu fase gugur alias hanya berlaku di leg kedua (16 besar hingga semi-final). Partai final juga akan memakai substitusi keempat jika laga berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Simak juga: Rusia Tim Pertama Lakukan Pergantian Pemain Keempat
Getty4Jumlah Pemain Di Final
Jika di musim-musim sebelumnya finalis Liga Champions hanya boleh mendaftarkan 18 pemain (11 pemain inti dan 7 pemain cadangan), maka mulai musim ini jatahnya ditambah menjadi 23 pemain (11 inti dan 12 cadangan).
Namun selain laga final alias di babak-babak sebelumnya, tiap tim tetap hanya diperkenankan mencantumkan 18 pemain per pertandingan.
Getty5Pemakaian Gawai Saat Pertandingan
Demi alasan taktik dan keamanan pemain (misalnya cedera), kini pelatih dan staf klub diperkenankan untuk memakai gadget di area teknik. Namun, UEFA hanya mengizinkan gawai berukuran kecil seperti smartphone, tablet, smartwatch, hingga laptop.
Bagaimana dengan para pemain? Tentu saja mereka tetap dilarang memakai gawai saat pertandingan!
Getty6Tak Ada Lagi Kasus Coutinho
Musim lalu, Philippe Coutinho yang sudah tampil membela Liverpool di fase grup Liga Champions tidak diperkenankan tampil di fase gugur untuk memperkuat klub barunya, Barcelona, setelah ia pindah pada Januari. Musim ini, kasus seperti Coutinho dipastikan tidak akan terjadi lagi.
UEFA membolehkan seorang pemain untuk membela dua klub yang berbeda di Liga Champions (dan Liga Europa) dalam musim yang sama. Klub boleh mendaftarkan tiga pemain baru sebelum fase gugur dimulai, tentunya masih dalam koridor maksimal 25 pemain tiap tim.
Getty7Dua Jadwal Kick-Off
Kalau biasanya setiap laga Liga Champions digelar pukul 20:45 CET (01:45 WIB atau 02:45 WIB), maka pada fase grup kali ini UEFA memperkenalkan dua slot waktu kick-off, yakni pukul 18:55 CET (23:55 WIB atau 00:55 WIB) dan 21:00 CET (02:00 WIB atau 03:00).
Meski demikian, sepak mula dini tersebut (18:55 CET) hanya dialokasikan untuk dua pertandingan per hari sampai dengan matchday kelima fase grup. Setelah itu, semua laga akan digelar pukul 21:00 CET, mulai dari laga pamungkas fase grup hingga seluruh partai fase gugur.
Getty8Kualifikasi Peserta
Berbeda dari musim sebelumnya, 26 dari 32 peserta fase grup musim ini sudah ditentukan sejak awal, termasuk di dalamnya adalah juara bertahan Liga Champions dan Liga Europa. Enam jatah tersisa diperebutkan dalam laga play-off.
Itu artinya, klub-klub yang finis di liga domestik dengan syarat minimal lolos ke Liga Champions (misalnya peringkat empat Liga Primer Inggris) tidak perlu repot-repot menjalani kualifikasi demi mencapai fase grup. Mereka yang tersingkir di kualifikasi masih punya kesempatan untuk berkompetisi di Liga Europa.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
