Piala Dunia 2026, yang akan dimulai dalam beberapa jam ke depan, mungkin akan berubah dari sekadar turnamen baru yang ditambahkan ke dalam sejarah kompetisi paling populer di planet ini, menjadi tonggak bersejarah yang akan mendefinisikan ulang batas-batas pencapaian dalam sepak bola.
Dengan edisi terbesar dalam sejarah Piala Dunia yang diikuti oleh 48 tim dan 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, perhatian kini tertuju pada sekelompok bintang dan pelatih yang berada di ambang rekor yang telah bertahan selama beberapa dekade.
Mulai dari Lionel Messi yang mengejar rekor abadi lainnya dalam hal jumlah pertandingan, kemenangan, dan umpan kunci, hingga Cristiano Ronaldo yang berupaya memperluas warisan luar biasanya di ajang Piala Dunia, dan Kylian Mbappé yang mendekati status legenda meski usianya belum genap 30 tahun, persaingan tampaknya terbuka lebar untuk menulis bab baru dalam sejarah sepak bola.
Di sisi lain, pertarungan menuju kejayaan tidak hanya terbatas di lapangan hijau, karena pelatih-pelatih besar seperti Carlo Ancelotti, Thomas Tuchel, Didier Deschamps, dan Lionel Scaloni memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor yang belum pernah tercapai atau mencetak angka yang belum pernah diraih oleh pelatih manapun.
Antara persaingan para pencetak gol, pertarungan kiper dalam hal statistik pertahanan, dan pertarungan para pelatih untuk warisan abadi, edisi 2026 tampaknya akan menjadi salah satu turnamen Piala Dunia paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola, dan mungkin turnamen di mana rekor-rekor yang dianggap tak terpecahkan oleh banyak orang akan terpecahkan.




