Wakil ketua Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti, mengingatkan PSSI agar dapat bekerja sama secara baik untuk memberantas praktik kotor yang ada di sepakbola nasional. Ia pun ingin PSSI terbuka dengan pihaknya.
Satgas tersebut dibentuk oleh Kapolri Tito Karnavian. Keputusan ini dilakukan karena maraknya isu match-fixing yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini di kompetisi nasional.
Match-fixing memang bukan barang baru yang terjadi persepakbola tanah air. Akan tetapi, hal tersebut sulit dikuak karena minimnya informasi dan tak ada yang berani melaporkannya.
"Jangan nanti kemudian menutup diri, beralasan intervensi pihak luar ya, pak. Publik sangat berharap. Semoga benar apa yang disampaikan bapak ini," tulis Krishna sambil mengunggah capture tulisan PSSI di Instagram miliknya.
Sebelumnya PSSI berjanji akan bersikap terbuka untuk memerangi match-fixing. Federasi sepakbola nasional tersebut juga sudah membetuk Tim Ad Hoc yang bertugas menangani masalah itu.
Saat ini Satgas Anti Mafia Bola sudah mulai bergerak. Sejumlah nama telah dipanggil untuk minta keterangan mulai dari perwakilan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), hingga PSSI beberapa hari lalu.
Goal Indonesia