Satu nama top di lini belakang sukses didatangkan Arsenal pada bursa musim panas ini. Dia adalah kapten timnas Yunani, Sokratis Papastathopoulos, yang diboyong dari Borussia Dortmund.
Meski mentereng, cukup banyak publik yang meragukan apakah Sokratis masih berada di level terbaik permainannya. Maklum, dia tiba di Arsenal dan bakal menantang Liga Primer Inggris musim depan di usia 30 tahun.
Namun eks AC Milan itu langsung menentang anggapan tersebut, tatkala Goal Indonesia menghadiri undangan Puma dalam launching jersey ketiga Arsenal di Singapura, Jumat (27/7).
Abi Yazid / GoalSokratis menegaskan bahwa dia justru merasa datang ke Inggris dalam momen terbaik dalam kariernya. Menurutnya usia 30 tahun merupakan waktu puncak seorang bek mencapai kematangan.
"Saya pikir saya datang [ke EPL] di momen yang tepat [dalam karier saya]. Karena untuk pemain belakang, usia 30 tahun merupakan usia emas," ungkap Sokratis pada Goal Indonesia.
"Di usia tersebut Anda [akan] memiliki pengalaman yang cukup, [jumlah] pertandingan yang cukup, jadi Anda bakal tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan [sebagai pemain belakang]. Saya berharap semuanya bakal berjalan baik [di Arsenal]," pungkasnya.
Sebelum tiba di EPL, Sokratis pernah dua musim berpetualang di Serie A Italia bersama Genoa dan Milan serta Bundesliga Jerman selama tujuh musim dengan Werder Bremen dan Dortmund.




