Roma menerima pukulan berat beberapa hari menjelang laga yang dinantikan melawan Real Madrid di Liga Champions, setelah dipastikan absennya salah satu elemen paling menonjol di lini tengahnya pada pertandingan mendatang, di tengah keraguan yang kian meningkat soal kemampuannya tampil pada laga Eropa tersebut.
Bryan Cristante akan absen pada pertandingan Roma berikutnya melawan Como di kandang lawan, akibat cedera lutut, sementara peluangnya tampil melawan Real Madrid tampak kecil, kecuali ada perbaikan mendadak pada kondisinya dalam beberapa hari mendatang.
Menurut situs "Foot Mercato" Prancis yang mengutip surat kabar "La Gazzetta dello Sport", kapten Roma itu mengalami peradangan pada lutut kanannya, setelah sebelumnya mengeluhkan nyeri di punggung bawah selama jeda internasional terakhir.
Absennya Cristante merupakan pukulan yang berdampak bagi pelatih Gian Piero Gasperini, terutama karena pemain itu berhasil sejak awal musim memantapkan diri sebagai elemen utama di lini tengah, berkat kemampuannya menjalankan peran bertahan, membangun serangan, dan berkontribusi pada bola-bola mati.
Tampaknya pemain Belanda Marten de Roon menjadi kandidat paling menonjol untuk menggantikan Cristante, dan ia mungkin mendapat kesempatan menjalani laga pertamanya sebagai starter dengan seragam Roma, di mana ia diperkirakan akan bermain berdampingan dengan Manu Koné di lini tengah.
Namun Gasperini juga mempertimbangkan opsi lain berupa menurunkan Niccolò Pisilli, dengan direktur teknik itu akan menetapkan keputusan akhirnya sesuai kebutuhan tim selama dua pertandingan mendatang.
Absennya Cristante tetap menjadi sumber kekhawatiran yang nyata bagi Roma, terutama karena tim tengah bersiap menghadapi laga kelas berat melawan Real Madrid, dalam pertandingan di mana Gasperini membutuhkan seluruh elemen utamanya untuk menghadapi kekuatan serang dan teknik tim Spanyol tersebut.
Untuk saat ini, Roma menanti perkembangan kondisi Cristante dengan harapan dapat memulihkannya sebelum jadwal Eropa, tetapi yang pasti absennya, jika berlanjut, akan membuat tim kehilangan pemain yang kehadiran dan pengaruhnya telah menjadi salah satu senjata paling menonjol Gasperini sejak awal musim.



