Perkenalkan Noni Madueke: Bintang Muda Inggris Milik PSV Yang Tolak Manchester United

Komentar()
Noni Madueke NxGn
Getty/Goal
Pemain berusia 18 tahun ini bersiap menjalani musim penuh pertamanya di level senior setelah meninggalkan Tottenham untuk Eredivisie pada 2018.

Bukan rahasia lagi bahwa semakin banyak pemain muda Inggris yang menjajaki peluang di luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan menit bermain di tim utama pada usia yang lebih dini.

Jadon Sancho telah menjadi perintis dalam hal ini, menginspirasi sejumlah remaja untuk mengikuti bintang Borussia Dortmund itu ke Bundesliga. Namun, kompetisi teratas Jerman bukan satu-satunya liga yang menawarkan kesempatan kepada anak-anak muda untuk maju.

Di Eredivisie, misalnya, ada talenta muda Inggris yang bertekad untuk membuat dampak besar di PSV pada musim ini seperti yang dilakukan Sancho selama kampanye besarnya di Dortmund pada 2018/19.

Pemain itu adalah Noni Madueke.

"[Sancho] telah membuka mata untuk talenta lain," kata pemain depan berusia 18 tahun itu, yang bergabung dengan PSV dari Tottenham Hotspur pada 2018 kepada Voetbal International. "Setahun setelahnya, saya pindah dari Spurs ke PSV. Rencana saya waktu itu adalah bekerja seperti yang saya maksudkan.

"Di Inggris, sangat sulit sebagai talenta muda untuk masuk ke tim utama, terutama di klub yang lebih besar. Skuadnya sangat besar dan hanya ada sedikit ruang untuk pemain muda. Mereka sering berada di tim cadangan untuk waktu yang lama atau dipinjamkan.

"Ada sedikit arus atau peluang untuk menerobos. Itu sangat berbeda di Belanda."

Setelah mengambil langkah pertamanya ke jajaran senior di Eindhoven sebelum Covid-19 mengakhiri kampanye 2019/20 secara prematur, Madueke sekarang akan memainkan peran kunci bagi raksasa Belanda.

Sebelum pindah dari Inggris ke Belanda, Madueke menghabiskan seluruh karir sepakbola mudanya di Tottenham, di mana ia menjadi kapten klub U-16 serta melakukan debutnya untuk tim U-18 saat berusia 15 tahun.

Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen di Piala Sonnenland yang bergengsi di Jerman pada 2017, sejumlah klub top mulai memperhatikan potensinya.

Manchester United mengajukan tawaran untuk membawanya ke utara, sementara Chelsea dan Celtic juga dikaitkan dengan tanda tangannya.

Tapi PSV-lah yang memenangkan perlombaan, dengan Madueke ingin memastikan dia mendapatkan sepakbola tim utama lebih cepat daripada nanti.

"Ada begitu banyak pemain muda di tim utama di level teratas di PSV atau Ajax," kata Madueke kepada Daily Mail, setahun setelah kedatangannya di Eindhoven. "Pemain seperti Frenkie de Jong dan orang-orang ini.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Skip skip skip 😌

A post shared by Noni Tristan Madueke (@nonzinoo10) on

"Saya pikir jika saya ingin ke tim utama secepat mungkin, maka saya harus pindah dari Tottenham dan datang ke PSV.

"Selama saya terus melakukan hal-hal yang mereka katakan kepada saya, saya merasa seperti saya akan mencapai level tim utama lebih cepat dibandingkan jika saya tetap di Tottenham."

Terlepas dari prospek masuk ke tim senior, Madueke harus bekerja keras selama dua tahun di PSV.

Setelah kedatangannya, dia dimasukkan ke dalam skuad U-17, tetapi setelah mencetak tiga gol di tiga pertandingan pada Desember 2018, dia diberikan promosi permanen ke tim U-19, di mana dia mencetak empat gol lagi musim itu.

Pada 2019/20, ia membawa permainannya ke level baru, mencetak tujuh gol dan memberikan delapan assist hanya dalam 11 penampilan untuk tim U-19 selama paruh pertama musim.

Cek talenta terbaik NxGn lainnya di sini:

Performa seperti itu membuatnya dipromosikan ke skuad Jong PSV, yang bermain di divisi dua Belanda. Dalam enam pertandingan, dia mencetak empat gol, dan pada awal Maret dia kembali mengganti loker setelah secara resmi ditunjuk sebagai bagian dari skuad tim utama.

Setelah membuat tiga penampilan sebagai pengganti di awal musim, starter pertamanya di level senior datang melawan Groningen pada 8 Maret, meskipun itu ternyata menjadi pertandingan terakhir PSV musim tersebut sebelum virus corona memaksa sepakbola di Belanda untuk dihentikan.

Pemain muda internasional Inggris itu memainkan perannya dalam kemenangan 1-0, dan dua hari kemudian menandatangani kontrak baru yang akan membuatnya tetap di klub hingga 2024, meskipun minat dari Arsenal, Manchester City, RB Leipzig, Valencia dan Wolves meningkat sejak pergantian tahun ini.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Done Deal! #2024 🙌🏾

A post shared by Noni Tristan Madueke (@nonzinoo10) on

Diberkati dengan kecepatan, skill dan fisik, Madueke telah menghabiskan sebagian besar karier mudanya bermain sebagai pemain sayap atau penyerang sayap yang memotong ke dalam dari kanan untuk mencetak atau menciptakan gol.

Namun, bos baru PSV Roger Schmidt telah tiba di Philips Stadion dengan rencana untuk memakai pola 4-4-2, yang berarti jika Madueke ingin mendapatkan lebih banyak peluang, ia sekarang harus menyesuaikan permainannya untuk menjadi striker sentral.

Dia membuat awal yang sempurna selama pramusim, mencetak hat-trick di babak pertama melawan SC Verle, tim dari liga yang lebih rendah termasuk serangan solo yang menakjubkan untuk mengamankan ‘matchball’ untuknya.

"Saya tidak terkejut. Dia sudah mencetak banyak gol dalam latihan. Dia merasa nyaman di depan dan tidak harus menjadi pemain sayap," kata Schmidt kepada De Telegraaf setelah penampilan luar biasa Madueke.

“Timing Noni sering kali sangat bagus dan dia memiliki ‘feeling’ yang baik untuk ruang kosong.

"Saya juga sangat senang dengan mentalitasnya. Dia petarung yang baik dan mampu membaca situasi."

Noni Madueke NxGn GFX

Mantan gelandang PSV Tommie van de Leegte sangat senang dengan apa yang bisa diberikan Madueke dalam peran barunya. Kepada Omroep Brabant, ia mengatakan: "Dia cepat dan memiliki kemampuan untuk menipu lawannya. Dia membawa kreativitas dan sangat eksplosif dalam permainannya. Itulah yang PSV butuhkan.

"Ya, dia masih muda, tapi usia tidak menjadi masalah bagi saya. Dia telah menunjukkan dirinya di pramusim, jadi saya akan memberinya kesempatan untuk membuktikan dirinya di pertandingan besar juga."

Meskipun Madueke tidak masuk dalam starting line-up Schmidt untuk pertandingan pembuka Eredivisie PSV melawan Groningen pada Minggu, dia jelas membuktikan dirinya setelah keluar dari bangku cadangan di babak kedua.

Remaja itu memberikan dua assist untuk membantu mengamankan kemenangan 3-1, dan tidak lama lagi dia akan mendapatkan kesempatan reguler, selang dua tahun sejak mengambil keputusan terbesar dalam karier mudanya.

"Saya ingin berada di tim utama semuda mungkin, pada usia 17 atau 18," kata Madueke 12 bulan lalu. "Di klub seperti Tottenham itu tidak mungkin - Anda baru muncul di sekitar usia 20.

“Itulah mengapa saya memilih PSV dua tahun lalu dan apa yang terjadi sekarang, dengan semua peluang yang saya dapatkan, persis seperti yang saya pikirkan saat itu.

"Pilihan saya terbukti benar."

Tutup